Sukses Datangkan Adik Khabib Nurmagomedov, INAMMAF Bertekad Lahirkan Penerus Jeka Saragih

Senin, 27 November 2023 15:54 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Prio Hari Kristanto
© ig@kamil_magomedov_team
Brave CF 76 diselenggarakan di Balai Sarbini dan merupakan hasil kerja sama dengan Indonesian Mixed Martial Art Federation (INAMMAF). (Foto: ig@kamil_magomedov_team) Copyright: © ig@kamil_magomedov_team
Brave CF 76 diselenggarakan di Balai Sarbini dan merupakan hasil kerja sama dengan Indonesian Mixed Martial Art Federation (INAMMAF). (Foto: ig@kamil_magomedov_team)

INDOSPORT.COM - Saudara seperguruan Khabib Nurmagomedov yakni Kamil Magomedov dari team KHK berhasil menaklukan Josh Togo di ajang MMA Brave CF 76 di Jakarta, Sabtu (25/11/23). Dia menang pada ronde kedua setelah kunciannya membuat lawan menyerah.

Adapun Brave CF 76 diselenggarakan di Balai Sarbini dan merupakan hasil kerja sama dengan Indonesian Mixed Martial Art Federation (INAMMAF). Terdapat 22 petarung dari beberapa negara yang ikut meramaikan dan sembilan diantaranya merupakan fighter dari Indonesia.

Kemenangan Magomedov membuatnya bangkit kembali, setelah serangkaian hasil sulit yang membuatnya kalah dalam 3 dari 4 pertandingan terakhirnya. Petarung Rusia itu sempat kalah dari Sam Patterson, Akhmed Shervaniev dan  Abdisalam Kubanychbek.

Sementara dua petarung Indonesia yakni Windri Patilima dan Fajar “Macho” Camacho juga meraih kemenangan. 

Windri Patilima yang turun di kelas ringan, menghabisi lawan dari Filipina, Mhar John Manahan melalui rear-naked choke pada ronde pertama. Sementara dari kelas bantamweiht, Fajar “Macho” Camacho menang TKO pada ronde kedua atas petarung Filipina, Kenneth Maningat.

Ketua INAMMAF, Dimaz Raditya Nazar Soesatyo mengatakan pihaknya akan berupaya meningkatkan rutinitas  pertandingan di Tanah Air. Dia berkomitmen melahirkan petarung Indonesia ke kancah internasional.

"Ke depannya kami akan terus berkomitmen mengirim atlet nasional ke internasional. (Caranya) menggelar pertandingan di beberapa kota untuk scouting atlet yang bisa kami kirim ke luar negeri," katanya.

Martial Art Federation (MMA) di Indonesia dinilai dalam tahap berkembang. Karena itu butuh banyak pertandingan amatir maupun profesional. 

Menurut Dimaz Raditya, dengan jam terbang yang tinggi, kemampuan para pertarungan otomatis akan meningkat. 

"MMA sama kayak tinju, muaythai, ini kan olahraga bela diri yang berbasis sportaiment, yang mana harus menyajikan pertandingan yang menarik ditonton," ucap Dimaz Raditya.

"MMA di Indonesia masih berkembang dan event-nya masih belum banyak, di sini kami mencoba membuat agar banyak pertandingan. Atlet butuh jam terbang, kalau sedikit tentunya prestasi tidak bisa berkembang," ujarnya.

"Kami harap bisa menjadi salah satu badan olahraga yang membuat pertandingan sehingga atlet MMA kami punya banyak pilihan pertandingan," sambung Dimaz Raditya.

Lebih lanjut, Ketua INAMMAF menyampaikan, sosok Jeka Saragih yang baru saja sukses pada laga debutnya di UFC jadi pelecut bagi petarung Indonesia.

Jeka Saragih baru saja menaklukkan Lucas Alexander dari Brasil dengan kemenangan KO. Dia adalah orang Indonesia pertama yang tampil dan menang di ajang UFC.

"Ya itu salah satu motivasi kami, artinya atlet Indonesia bisa berkancah di internasional. Apalagi bicara UFC itu profesional, sekarang kan bayaran dia sudah lumayan," ujar Dimaz Raditya.

"Ke depannya masih banyak Jeka Saragih yang lain bisa lahir," tutupnya.