Atlet UFC putri terbesar sepanjang sejarah, Ronda Rousey, akan melakoni laga comeback melawan pemegang gelar juara kelas bantam saat ini, Amanda Nunes. Pertarungan yang akan berlangsung 30 Desember 2016 ini menjadi laga pertama Rousey setelah mengalami kekalahan pertama sepanjang kariernya pada 2015 lalu.
Meski pertarungan terakhir berakhir mengecewakan, Rousey diyakini tak kehilangan kemampuannya mengalahkan lawan. Seorang produser televisi Inggris, Lindsay Shookus, juga yakin Rousey masih memiliki banyak penggemar yang akan menyaksikan pertarungannya.

Ronda Rousey saat dikalahkan Holly Holm.
"Kekakalahan tak akan merubahnya. Kita masih menyukainya, saya menginginkannya, kita semua ingin menyakikan pertarungannya," kata Shookus.
Kekalahan Rousey terjadi saat ia berhadapan dengan Holly Holm. Kekalahan tersebut merusak catatan positif 12 kemenangan tanpa kekalahan sebelum pertarungan tersebut.

Ronda Rousey saat dikalahkan Holly Holm.
Namun demikian, Shookus justru menilai kekalahan tersebut sebagai sesuatu yang positif. Rousey, kata dia, akan lebih mudah diidentifikasi dengan para penggemarnya.
"Ia akan menjadi lebih manusiawi, orang-orang akan mudah menyamakan diri mereka dengan Rousey," ucap Shookus.