Duel Koboy, Tembak Burung hingga Pamer Bakat Seni Pernah Dimainkan di Olimpiade
Selain olahraga, pada olimpiade ternyata pernah dipertandingkan ajang pamer bakat seni. Kompetisi seni mulai dipertandingkan pada ajang olimpiade 1912 hingga olimpiade 1948.
Kompetisi seni di olimpiade dipertandingkan terinspirasi dari usulan pendiri IOC, Pierre de Fredy serta Baron de Coubertin. Ada lima kategori di kompetisi seni pada ajang olimpiade yakni seni arsitektur, sastra, musik, lukisan dan patung.
Sejumlah maha karya seni kemudian dihasilkan dari ajang olimpiade, satu diantaranya ialah stadion Olimpiade, Jerman yang didesign oleh Jan Wils. Stadion itu sendiri kemudian jadi tempat untuk pegelaran olimpiade 1928 di Amsterdam.
Selain arsitek, di kompetisi seni yang dipertandingkan pada olimpiade juga menghasilkan karya lain seperti karya lukis pertandingan rugby yang dibuat oleh pelukis Jean Jacoby. Yang menarik ialah sosok dari Alfred Hajos asal Hungaria, ia sukses meraih medali perak pada cabang renang di Olimpiade Athena 1896 dan kemudian meraih medali perak dari kompetisi seni cabang arsitektur, 28 tahun kemudian.
Pada 1948, kompetisi seni tidak lagi dipertandingkan pada olimpiade. Sejumlah seniman menganggap bahwa mereka ialah kelas profesional sedangkan atlet yang bertanding di olimpiade masuk dalam kelas amatir.