Profil Cabang Olahraga Asian Para Games 2018: Balap Sepeda

Kamis, 4 Oktober 2018 19:30 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Paracyling.org
Klasifikasi balap sepeda tandem untuk atlet tunanetra Copyright: © Paracyling.org
Klasifikasi balap sepeda tandem untuk atlet tunanetra
Aturan yang Ditetapkan

Yang dianggap layak untuk berkompetisi di ajang balap sepeda ini adalah atlet dengan profil kelas fungsional seperti yang didefinisikan untuk masing-masing kelas di bawah aturan ini.

Kelayakan Atlet dan Pasangan Tandem

Semua atlet, termasuk pasangan tandem, harus memegang lisensi balap internasional yang valid dari UCI yang diakui sebagai federasi bersepeda nasional. Lisensi ini harus ditunjukkan di semua kompetisi balap sepeda.

Pengendara sepeda profesional yang menjadi anggota tim terdaftar UCI mungkin tidak mengambil bagian sebagai pasangan tandem.

Seorang pasangan tandem yang merupakan mantan anggota tim balapan UCI tidak boleh terdaftar sebagai pengendara sepeda tim balapan untuk jangka waktu tiga tahun kalender.

Pria dan wanita pengendara sepeda di atas usia 18 tahun, dapat berlomba sebagai pasangan tandem, asalkan mereka belum dipilih oleh federasi nasional mereka untuk setiap acara yang tercatat di UCI dalam tiga tahun kalender sebelumnya.

Pasangan tandem hanya dapat bersaing dengan satu atlet dengan gangguan penglihatan setiap hari dari kompetisi Asian Para Games 2018.

Melakukan Percobaan

Setiap atlet tunanetra diperbolehkan maksimal satu percobaan untuk setiap kompetisi, yang hanya terdiri dari jalan, atau hanya lintasan satu event.

Pada kompetisi baik jalan dan lintasan, setiap atlet tunanetra atau VI diperbolehkan satu kali percobaan untuk acara sprint dan satu percobaan untuk acara ketahanan, sehingga maksimal dua.

Dalam prakteknya satu percobaan harus untuk sprint trek dan 1.000 meter waktu percobaan dan satu percobaan harus untuk road race dan uji coba waktu jalan.

Untuk balapan trek, fleksibilitas harus diperbolehan dari dua percobaan yang digunakan. Peserta juga diperbolehkan hanya menggunakan satu percobaan untuk semua acara, baik lintasan maupun jalan.