Kanker Darah yang Diidap Ani Yudhoyono dan Cara Menanggulanginya

Kamis, 30 Mei 2019 17:30 WIB
Penulis: I Made Dwi Kardiasao | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Instagram/Ani Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono bersepeda. Copyright: © Instagram/Ani Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono bersepeda.

INDOSPORT.COM - Penyakit kanker darah merupakan penyakit berbahaya yang diidap Ibu Ani Yudhoyono. Dasarnya, penyakit berbahaya ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Kabar terakhir mengabarkan bila istri mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono itu tengah memasuki perawatan "intensive care unit" (ICU). Padahal, sebelumnya Ani sempat dikabarkan membaik dan dapat menghirup udara segar di luar lingkungan rumah sakit.

Apa yang terjadi pada Ani Yudhoyono sejatinya mampu dicegah dan diatasi dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah melakukan olahraga.

Olahraga bisa menjadi salah satu cara alternatif untuk menanggulangi penyakit kanker, terutama mengurangi efek samping dari pengobatan seperti kelelahan, kecemasan, dan efek lainnya dari kemoterapi.

Dilansir dari cancer.org, olahraga sangat membantu untuk memulihkan stamina bagi Anda penderita kanker. Pada kanker darah seperti yang dialami oleh Ibu Ani Yudhoyono, biasanya sang pasien akan sering mengalami kelelahan. Itu tak mengherankan, mengingat serangkaian kemoterapi menghasilkan efek fatigue yang luar biasa.

Salah satu kunci untuk mengurangi rasa lelah berlebihan adalah melakukan olahraga. Beberapa olahraga yang bisa diterapkan untuk momen ini adalah sekadar berjalan kaki. Namun untuk pencegahannya, dapat melakukan jogging, sepeda statis, berenang, pilates, yoga, dan taichi.

Tipe olahraganya sendiri tentu harus memperhatikan kondisi tubuh sesudah menjalani kemoterapi, karena kondisi tiap orang bisa berbeda. Jika tubuh dalam keadaan lelah sebaiknya tidak perlu melakukan olahraga angkat beban.

Kondisi yang cukup sering bagi penderita kanker adalah anemia atau kekurangan sel darah merah sehingga akan membatasi aktivitas gerakan. Jika memiliki gejala seperti ini sebaiknya hindari olahraga kontak terutama yang beresiko cedera.

Kegiatan olahraga ini minimal dilakukan 3-5 kali seminggu dengan intensitas sedang dan durasi 30-60 menit perharinya. Dengan melakukan kegiatan olahraga ini diharapkan selain mengurangi efek samping kemoterapi juga bisa menambah semangat bagi penderita untuk cepat sembuh.

Untuk lebih memantapkan kegiatan olahraga ini, penderita bisa mulai berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%