x

Tembus Final Olimpiade 2020, Ini Sosok yang Memotivasi Greysia Polii

Minggu, 1 Agustus 2021 19:13 WIB
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama | Editor: Prio Hari Kristanto
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu saat lolos final Olimpiade Tokyo 2020.

INDOSPORT.COM - Atlet bulu tangkis nomor ganda putri Indonesia, Greysia Polii, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah bisa menembus babak final Olimpiade Tokyo 2020. Meski demikian ia tidak bisa sepenuhnya puas karena ketiadaan kakak laki-kakinya.

Sudah menjadi seperti orang tua Greysia sejak menjadi yatim di usia dua tahun, Ricketsia sang abang harus meninggal dunia pada Desember 2020 lalu. Meski berjarak 18 tahun namun kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi sang dara 33 tahun.

Saat menjuarai Thailand Terbuka pada awal tahun ini, tangis Greysia sampai harus pecah di tengah arena. Hingga kini ia masih belum bisa melupakan kepergian sang kakak yang hanya sehari setelah hari pernikahannya.

Baca Juga
Baca Juga

"Aku tahu kejadiannya sudah berlalu namun (kesedihan masih terasa). Di 2020 saat Olimpiade dibatalkan aku kira kakak akan masih ada tapi ternyata hanya sampai hari pernikahanku. Setelah itu beliau mangkat," ungkap Greysia.

Baca Juga
Baca Juga

"Sejak umur dua tahun aku sudah tidak punya ayah dan kakak yang jadi penggantinya. Aku tahu ia merasa bangga dengan semua yang sudah kucapai,"

"Sekarang beliau sudah tidak disini. Aku ingin melakukan usaha terbaik karena aku tahu ia masih bisa tersenyum di atas sana," tambah atlet bertangan dominan kanan tersebut.


1. Bikin Rekor

Aksi Greysia Polii dan Apriyani Rahayu ke final Olimpiade Tokyo

Kesempatan meraih emas yang dimiliki Greysia, dan pasangannya Apriyani Rahayu, adalah buah penantian panjang dan berat. Di usianya yang tidak bisa lagi dibilang muda akhirnya ia tinggal selangkah lagi untuk medali Olimpiade perdananya.

Pada London 2012 Greysia harus didiskualifikasi atas tuduhan tindakan tidak sportif. Saat itu ia masih berpasangan dengan Meiliana Jauhari. Indonesia sempat melakukan banding namun hukuman tersebut tidak dicabut. Bersama mereka juga ada ganda Korea Selatan dan Tiongkok.

Di Rio de Jaineiro 2016 nasib juga belum berpihak padanya. Greysia, yang kala itu disandingkan dengan Nitya Maheswari, digebuk pasangan Tiongkok Tang Yuanting/Yu Yang dalam dua set langsung di babak perempat final.

Kini bersama Apriyani mereka menjadi pasangan ganda putri Indonesia pertama yang bisa tampil di babak pamungkas Olimpiade. Lawan mereka nanti lagi-lagi adalah Cina yang diwakili pasangan nomor dua dunia, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Greysia PoliiOlimpiade 2020Olimpiade Tokyo 2020Greysia Polii/Apriani RahayuBulutangkisBerita Bulutangkis

Berita Terkini