Pemerintah Jamin Aman dari Penyakit Difteri Jelang Asian Games

  • Menteri Kesehatan Nila Moeloek memastikan pihaknya bakal eliminasi difteri sebulan sebelum Asian Games 2018.
  • Pemerintah berkomitmen mencegah penyebaran difteri pada peserta Asian Games dari negara lain.
Rabu, 10 Januari 2018 18:08 WIB
Editor: Irfan Fikri
© sewarga
Nila Moeloek Menteri kesehatan (Menkes). Copyright: © sewarga
Nila Moeloek Menteri kesehatan (Menkes).

Menteri Kesehatan Nila Moeloek memastikan pemerintah akan mengeliminasi penyakit difteri satu bulan sebelum pelaksanaan ajang olahraga Asian Games 2018 dimulai.

"Iya. Saya kira jelas, kita sudah meng-cover. Insya Allah," kata Menteri Nila di Jakarta, kepada Antaranews.

Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk mengeliminasi penyakit difteri dan penyakit menular lainnya di Jakarta dan Palembang sebelum pelaksanaan Asian Games guna mencegah penularan penyakit ke warga negara lain.

Menkes menekankan Kementerian Kesehatan sudah melaksanakan imunisasi difteri ulang atau "Outbreak Response Immunization" (ORI) di setiap daerah yang terjadi kasus difteri.

Selain itu imunisasi ulang juga kembali digencarkan di sekolah-sekolah yang mana menjadi 75 persen target ORI difteri.

"Sebenarnya ORI dilakukan di setiap daerah yang ditemukan kasus difteri. Ada satu kasus langsung disergap. Di setiap kecamatan sudah dilakukan," kata Nila.

Dia menambahkan, kasus difteri di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat juga sudah menurun secara drastis.

© Istimewa
Penyakit difteri. Copyright: IstimewaPenyakit difteri.

Data Kementerian Kesehatan sepanjang Januari 2018 tercatat 11 kasus difteri di empat provinsi dan tanpa ada kasus kematian. Jumlah kasus difteri baru pun menurun dari 20 kasus per hari pada November 2018 menjadi di bawah lima kasus di Januari 2018.

Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri sepanjang 2017 tercatat sebanyak 948 kasus terjadi di 170 kabupaten-kota pada 30 provinsi dengan jumlah 44 kasus kematian.

Penyakit muncul karena adanya bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan. Layaknya virus flu, bakteri ini masuk ke tubuh lewat udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Selain itu, bakteri juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernapasan dan pengelupasan luka pada kulit. Benda-benda yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan penularan penyakit.