Jelang Asian Games 2018, Jakabaring Akan Disterilkan

Selasa, 24 Juli 2018 17:04 WIB
Kontributor: Muhammad Effendi | Editor: Isman Fadil
© Muhammad Effendi/INDOSPORT
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meninjau 373 kursi yang dirusak oknum suporter saat laga Sriwijaya FC melawan Arema FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Copyright: © Muhammad Effendi/INDOSPORT
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meninjau 373 kursi yang dirusak oknum suporter saat laga Sriwijaya FC melawan Arema FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

INDOSPORT.COM - Jelang Asian Games 2018 yang bakal bergulir 18 Agustus mendatang, PT Jakabaring Sport City (JSC) mulai mensterilkan kawasan venue Sumsel.

PT JSC melakukan itu sesuai permintaan Inasgoc (panitia Asian Games 2018) selaku penyewa kompleks JSC. Inasgoc telah berkirim surat ke PT JSC dengan nomor 3198/SG/PP-INASGOC/VII/2018 tertanggal 23 Juli 2018. 

"Begitu kita menerima surat dari Inasgoc, maka langsung kita lakukan penutupan kompleks JSC," kata Direktur Utama PT JSC Bambang Supriyanto, Selasa (24/07/18).

Dalam suratnya tersebut, Inasgoc beralasan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang kurang dari satu bulan, aktivitas di kompleks JSC akan semakin dikonsentrasikan untuk persiapan penyelenggaraan tersebut. 

Lanjut surat itu, semua venue yang berada di kawasan JSC tertutup bagi masyarakat umum dan pintu masuk dibatasi hanya untuk orang, kendaraan, barang yang ada kaitannya dengan persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018. Surat tersebut ditandatangani oleh Sekjen Inasgoc, Eris Herryanto.

"Jadi memang karena sudah dekat dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. Tidak ada Inasgoc menyinggung insiden kursi stadion GSJ beberapa hari lalu," tegas Bambang.

Ditambahkan Pengawas Keamanan, Ketertiban, dan Kebersihan (K3) PT JSC Rusli Nawi, pihaknya langsung mengeksekusi penutupan kompleks JSC setelah mendapat perintah Direktur Utama sesuai dengan surat Inasgoc.

"Praktis sekarang tidak ada lagi masyarakat umum yang masuk kompleks JSC," imbuhnya.

Aturan tersebut benar-benar diperketat, karena persiapan penyelenggaraan Asian Games semakin banyak. "Hanya karyawan, petugas, dan kontraktor yang diperkenankan masuk. Itupun dengan menunjukkan bukti identitas resmi dari perusahaannya," ulas Rusli.

Rusli menyebut semua akses masuk kompleks JSC telah ditutup, dan hanya gerbang utama untuk memasukinya. Meski telah tertutup, pihaknya kerap berpatroli demi menjaga keamanan dan kenyamanan.

"Pukul 22.00 WIB kita patroli untuk mengecek para pekerja, yang sudah selesai diarakan untuk keluar. Sementara yang masih kerja, kita data kembali," pungkasnya.