Critic Sport

Kejar Mimpi F1, Haruskah Nasionalisme Tergadaikan oleh Rio Haryanto

Senin, 24 Oktober 2016 15:00 WIB
Editor: Joko Sedayu
 Copyright:

Rio Haryanto memang berhasil mewujudkan mimpinya untuk dapat merasakan panasnya aspal sirkuit balap Formula 1. Bergabung bersama tim Manor Racing asal Inggris, Rio menjadi pembalap kebanggaan Indonesia di kancah adu balap jet darat ini.

Tak ayal pujian dan harapan pun disematkan oleh Rio untuk mengharumkan Bangsa Indonesia. Sayang rasa lapar untuk melihat Rio berprestasi di Formula 1 belum terbayarkan.

Rio bahkan tak sekalipun berhasil naik ppodium seperti yang dia lakukan saat masih membalap di ajang GP2 Series. Namun hal ini tampaklah wajar, sebab Rio harus bersaing dengan pembalap Formula 1 lainnya yang sudah sangat jauh berpengalaman dan ditunjang dengan mesin mobil yang jauh ketimbang Rio.

Tak hanya itu, Rio pun dikabarkan tidak dapat fokus membalap. Alasannya dia terus dihantui akan permasalahan dana yang menggelayut di pikirannya.

Ya, seperti diketahui, Rio diharuskan membayar 15 juta euro atau sekitar Rp212,60 miliar sebagai dana konpensasi terhadap Manor Racing. Rio sendiri baru membayar sebesar 8 juta euro atau sekitar Rp113,38 miliar kepada Manor. Tak ayal, dia masih memiliki utang sebesar 7 juta euro atau sekitar Rp99,21 miliar yang harus dilunasi.

Benar saja, akibat permasalahan dana ini membuat langkah Rio harus terhenti di ajang Formula balap. Rio hanya bertahan sebanyak 12 seri Formula 1. Kini dia harus rela menyerahkan kursi balapnya kepada pebalap lain Sebastian Ocon.

Kehilangan tempat di Formula 1, Rio bukan berarti akan berhenti berjuang untuk membalap. Dia akan tetap berusaha tampil kembali di ajang Formula 1 musim depan.

Bahkan mencuat kabar bahwa demi membalap di Formula 1 musim depan, Rio siap menanggalkan status Warga Negara Indonesia. Dia siap menjadi Warga Negara Asing untuk dapat kembali ke lintasan F1.

Melihat akan kesempatan ini, INDOSPORT mencoba menelaah akan hal yang membuat Rio hijrah dari Indonesia.

4.6K