Formula 1

GP F1 Bahrain Terancam Diboikot karena Hal Ini

Kamis, 28 Februari 2019 20:22 WIB
Editor:
© Clive Mason via Getty Images
Ilustrasi balapan Formula 1. Copyright: © Clive Mason  via Getty Images
Ilustrasi balapan Formula 1.

INDOSPORT.COM - Gelaran Grand Prix (GP) Formula 1 2019 di Bahrain tahun ini bisa saja diboikot setelah muncul imbauan dari pesepak bola yang pernah kabur dari negara tersebut, Hakeem al-Araibi.

Beberapa waktu terakhir, nama al-Araibi sempat menghiasi sejumlah pemberitaan lantaran mengaku telah diancam oleh otoritas di Bahrain yang notabene kampung halamannya sendiri.

Mencari perlindungan ke Australia, al-Araibi diamankan imigrasi ketika berada di Thailand dan sempat akan dipulangkan ke Bahrain. Menolak ketakutan, ia pun akhirnya dibebaskan.

“Banyak yang bilang olahraga tidak bisa dicampur dengan politik. Itu hanya mitos. Saya senang bisa bebas tapi merasa perjuangan saya belum berakhir,” kata al-Araibi, seperti dikutip dari Reuters.

Al-Araibi mengatakan bahwa pemerintah Bahrain sudah bertindak tidak adil ke sejumlah rekan dan aktivis senegaranya, termasuk Najah Yousif yang dikurung selama tiga tahun lantaran mengkritik penyelenggaraan GP Bahrain 2017.

“Penggemar F1 harus menolong Najah. F1 juga harus diberi tahu bahwa penyalahgunaan hak asasi manusia tidak boleh dibiarkan saja. Saya meminta kalian melakukan memboikot GP Bahrain tahin ini jika Najah tidak dibebaskan sebelum balapan dimulai Maret ini,” ujarnya.

Selebihnya, ia pun berharap dunia internasional bisa membuka mata lebar-lebar terhadap nasib orang-orang yang diperlakukan tidak adil di Bahrain, termasuk saudara laki-lakinya yang kini masih dipenjara di sana.

Ikuti Terus Berita Formula 1 dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM