Formula 1

Masih Kontroversi, Ini Penjelasan Terapi Stem Cell yang Dijalani Schumacher

Kamis, 12 September 2019 14:36 WIB
Penulis: Ayudya Ratna | Editor: Arum Kusuma Dewi
© GETTY IMAGES
Michael Schumacher Copyright: © GETTY IMAGES
Michael Schumacher

INDOSPORT.COM - Legenda Formula 1, Michael Schumacher, dilaporkan sudah sadar setelah menjalani terapi stem cell atau sel induk di Paris. Namun belum banyak yang tahu apakah terapi stem cell itu.

Dilansir media asal Prancis, Le Parisien, kabar Schumacher sudah sadar pertama kali terungkap setelah mantan bosnya di Formula 1, Jean Todt, berkunjung dan menghabiskan waktu bersama pembalap 50 tahun itu selama 45 menit.

Kondisi juara dunia tujuh kali Formula 1 itu saat ini kian membaik berkat perawatan stem cell atau transfusi sel induk di rumah sakit Georges-Pompidou pada hari Senin (09/09/19).

Lantas, apakah yang dimaksud terapi stem cell? Berikut penjelasannya menurut laman kesehatan Mayo Clinic.

Terapi stem cell atau sel punca merupakan metode pengobatan baru yang masih diuji di dunia kedokteran. Sel punca merupakan sel induk yang dapat menbelah diri berkali-kali. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak akibat penyakit tertentu. 

Orang yang mengidap penyakit mematikan seperti leukimia, limfoma, neuroblastoma, dan gagal jantung kabarnya bisa sembuh berkat terapi stem cell. 

Stem cell dapat diperoleh dari tali pusat, sel induk pada orang dewasa, embrio berusia 3-5 hari, lemak, dan sumsum tulang belakang pasien itu sendiri. Sel-sel yang sudah diambil akan dimanipulasi untuk dikhususkan ke sel tertentu sesuai kebutuhan baru kemudian ditanamkan ke tubuh pasien. 

Terapi stem cell biasanya aman karena sel-sel induk dikumpulkan dari tubuh pasien langsung. Hal ini meminimalkan risiko reaksi yang tidak diinginkan. 

Namun, terapi stem cell tetap memiliki efek samping, mulai dari yang ringan seperti mual, kelelahan, rambut rontok (akibat kemoterapi). Sementara itu, efek samping berat dari stem cell ialah infeksi dan GVHD (Graft Versus Host Disease), yaitu ketika sel-sel tubuh penerima menyerang sel-sel stem cell.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%