Formula 1

Jadi Korban Virus Corona, Kejuaraan Formula E Libur 2 Bulan

Sabtu, 14 Maret 2020 15:25 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Indra Citra Sena
© fiaformulae.com
Kejuaraan balap mobil Formula E 2019-2020 resmi dijeda selama dua bulan lantaran penyebaran virus corona atau COVID-19 yang terus meluas. Copyright: © fiaformulae.com
Kejuaraan balap mobil Formula E 2019-2020 resmi dijeda selama dua bulan lantaran penyebaran virus corona atau COVID-19 yang terus meluas.

INDOSPORT.COM - Kejuaraan balap mobil Formula E 2019-2020 resmi dijeda selama dua bulan lantaran penyebaran virus corona atau COVID-19 yang terus meluas.

Keputusan tersebut diambil oleh Formula E dan FIA setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah resmi menyatakan wabah virus corona sebagai pandemi.

Tindakan yang dibuat oleh pihak penyelenggara dan juga FIA sebagai upaya pencegahan penularan lebih lanjut dengan menunda balapan demi menjaga keselamatan para staf, penonton, serta kejuaraan tersebut sebagai prioritas utama.

Melansir laman resmi FIA Formula E, kejuaraan balap bertenaga listrik ini menggunakan sistem ‘bendera’ untuk menentukan fase dan rentang waktu, dengan balapan dapat dijadwalkan ulang atau tak terkena dampak.

‘Bendera’ merah berarti tidak ada balapan, kuning berarti ada kesempatan dan hijau yang berarti balapan akan digelar sesuai jadwal yang telah dibuat.

FIA dan Formula E telah sepakat untuk menggunakan warna merah selama Maret dan April, yang berarti tak akan ada seri balapan ePrix Sanya (China), Roma dan Paris. Sementara Mei (ePrix Seou) menggunakan warna kuning dan pada Juni serta Juli ditandai warna hijau.

Artinya, seri balapan ePrix Sanya hingga Jakarta ePrix tidak akan digelar balapan seperti jadwal semula dengan beberapa seri dibatalkan atau ditunda.

“Wabah virus corona membuat kami bertindak dengan memutuskan untuk menjeda balapan musim ini dengan menetapkan beberapa balapan untuk ditunda selama dua bulan ke depan,” tutur Alejandro Agag selaku Founder & Chairman Formula E.

“Kesehatan dan kesematan, staff dan penonton adalah prioritas utama. Kejuaraan Formula E akan kembali digelar seperti biasa jika penyebaran wabah virus corona telah mereda,” tambahnya.

Selain itu, pihak Formula E dan FIA telah bekerja dengan otoritas masing-masing kota penyelenggara kejuaraan balap bertenaga ramah lingkungan untuk terus mengevaluasi wabah penyakit menular tersebut.