MotoGP

MotoGP Mandalika 2021 Didukung Pemanfaatan Digitalisasi UMKM

Minggu, 9 Agustus 2020 15:10 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© INDOSPORT
Gelaran kejuaraan balap motor MotoGP Mandalika 2021 yang digelar di sirkuit Mandalika didukung pemanfaatan digitalisasi UMKM yang bekerja sama dengan DANA. Copyright: © INDOSPORT
Gelaran kejuaraan balap motor MotoGP Mandalika 2021 yang digelar di sirkuit Mandalika didukung pemanfaatan digitalisasi UMKM yang bekerja sama dengan DANA.

INDOSPORT.COM – Gelaran kejuaraan balap motor MotoGP Mandalika 2021 yang digelar di sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat didukung pemanfaatan digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bekerja sama dengan dompet digital DANA.

DANA berkomitmen mendukung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui program digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta percepatan adopsi budaya nontunai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Direktur Business Development DANA, Dedy Sahat, saat berkunjung ke Mandalika dan berbincang-bincang dengan sejumlah pelaku UMKM di Lombok, mengatakan kawasan ekonomi khusus, seperti Mandalika, merupakan kawasan dengan keunggulan geoekonomi dan geostrategis wilayah yang perlu mendapatkan dukungan dari semua ekosistem, termasuk teknologi finansial.

"DANA meyakini bahwa transformasi digital menjadi kunci, fondasi vital, sekaligus nilai tambah yang diperlukan oleh Mandalika sebagai kawasan ekonomi khusus,” kata Dedy Sahat, dilansir dari laman Antara.

“Sebagai salah satu daerah tujuan investasi, Mandalika membutuhkan dukungan berupa kesiapan dan kompetensi ekosistem sosioekonomi lokal, termasuk para pelaku UMKM, dalam menjawab tantangan era digital," lanjutnya.

Kehadiran DANA di Mandalika dan NTB, kata dia, adalah untuk membantu UMKM menemukan solusi dalam menjawab tantangan tersebut melalui digitalisasi dan implementasi budaya nontunai.

"Digitalisasi dan penguatan budaya nontunai di kalangan UMKM diharapkan juga akan mempercepat proses pemulihan ekonomi daerah yang melesu akibat pandemi COVID-19," ujarnya.

Pemerintah Indonesia sendiri, kata Dedy, baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang negatif 5,32 persen (year-on-year) sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

Hampir seluruh sektor ekonomi terdampak, tetapi yang mengalami penurunan paling dalam adalah pariwisata. Kontraksi tajam sektor pariwisata bisa dilihat dari jumlah wisatawan mancanegara yang hanya 482 ribu di kuartal II 2020, turun 87 persen (year-on-year) dan 81 persen dari kuartal sebelumnya.

Hal itu yang membuat pemerintah berencana menata ulang sektor pariwisata dan penerbangan.

Menurut Dedy, pandemi COVID-19 telah berdampak pada perekonomian nasional, termasuk Lombok maupun NTB yang selama ini ditopang sektor pariwisata.

Namun, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, kondisi tersebut merupakan momentum untuk melakukan transformasi di bidang pariwisata.

"Sektor pariwisata harus bisa beradaptasi menghadapi pandemi yang terjadi saat ini maupun tantangan ke depan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital," ucap Dedy.

Ia mengatakan pemanfaatan teknologi digital yang akan memudahkan sekaligus menjamin keamanan bertransaksi bagi wisatawan ke depannya semakin penting.

Hal itu mengingat pada rencana pengembangan KEK Mandalika yang akan menjadikan kawasan itu sebagai kluster sportainment bertaraf internasional, yang di dalamnya terdapat sirkuit Mandalika untuk ajang MotoGP 2021.

Ajang balap motor dunia itu diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang besar, mulai dari penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, penambahan investasi, serta peningkatan jumlah kunjungan dan belanja wisatawan asing hingga 40 juta dollar AS per tahun.

"Dengan terbangunnya ekosistem digital yang memudahkan orang saat bertransaksi dan aman, diharapkan semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke Mandalika, termasuk dari mancanegara. Tentu saja, pelaku usaha di kawasan Mandalika tetap harus memperhatikan protokol kesehatan," kata Dedy.

Saat ini, DANA sudah menjalin kerja sama sebagai mitra pembayaran dengan ribuan merchant di NTB. DANA terus berupaya untuk mendorong dan menjaring lebih banyak merchant, termasuk UMKM, sebagi mitra. Hal ini juga sebagai komitmen DANA dalam mendukung target pemerintah menghubungkan 2 juta UMKM dengan ekosistem digital hingga akhir 2020.

"DANA bukan hanya perusahaan teknologi, tetapi juga menjadi sahabat UMKM melalui teknologi inklusif dan adaptif yang dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi UMKM. Kami berharap, kemudahan dalam menggunakan DANA serta manfaat yang dihadirkan bisa membantu UMKM untuk terus mengembangkan usahanya," ujar Dedy.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%