x

4 Hal dari Prema Racing akan Bawa Sean Gelael Sukses di F2 2018

Kamis, 23 November 2017 15:04 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor: Galih Prasetyo
Pembalap Indonesia, Sean Gelael, akan membela tim Prema Racing pada F2 2018.

Pembalap Indonesia, Sean Gelael nampaknya mantap memutuskan untuk terjun kembali ke Formula 2 musim 2018 bersama tim baru asal Italia, Prema Racing. 

Sepanjang musim ini, Sean memang mencatat sejumlah pencapaian yang cukup signifikan, baik saat menjalani balapan Formula 2 hingga menjadi pembalap penguji bagi tim F1 Torro Rosso. 

Sean sendiri kini menempati posisi ke-15 klasemen sementara Formula 2. Ia berhasil mengoleksi 17 poin dari semua laga yang telah dirinya lalui pada musim ini di ajang satu level di bawah Formula 1 tersebut. 

Baca Juga

Prema sendiri memang sebelumnya telah mengumunkan akan menggaet pembalap muda yang pernah membela Campos Racing dan Arden tersebut lewat situs resmi mereka pada Senin (20/11/2017) lalu. 

Keputusan Sean untuk bergabung dengan Prema nampaknya diyakini akan menjadi awal yang lebih gemilang lagi pada ajang F2 musim depan. Pasalnya terdapat sejumlah faktor yang dimiliki Prema untuk membawa kesuksesan bagi Sean.

Berikut INDOSPORT berhasil merangkum empat faktor dasar mengapa Prema mampu membawa Sean sukses jalani balapan Formula 2 pada musim 2018 nanti:


1. Prema Punya Segudang Prestasi

Prema Powerteam

Prema Poweteam memiliki sejumlah prestasi yang cukup menjanjikan dan mampu dijadikan modal kuat untuk membawa para pembalap yang ada dibawah naungan mereka turut menorehkan prestasi di lintasan. 

Tahun 2016 lalu, tim Prema berhasil meraih penghargaan sebagai juara konstruktor GP2 series. Tak hanya memegang menjadi konstruktor terbaik di Formula 2, nyatanya Prema yang juga merambah Formula 3 turut menyabet raihan konstruktor terbaik lima musim secara beruntun.

Musim ini, Prema kembali digadang-gadang akan kembali menyabet gelar juara konstruktor terbaik kembali di ajang balan di bawah satu leve Formula 1 tersebut. Hal tersebut dilihat dari pencapaian yang telah ditorehkan oleh tim itu sepanjang musim lalu dan saar ini. 

Dengan torehan prestasi tersebut, bukan tidak mungkin akan menjadi sebuah modal besar bagi Sean untuk merambah jalur kesuksesan musim depan di ajang balap Formula 2. 


2. Tim Penghasil Pembalap Formula 1

Lance Stroll bersama Prema Powerteam

Prema dikenal sebagai tim konstruktor besar di Formula 2 yang nyatanya mampu melahirkan cukup banyak pembalap Formula 1. Salah satunya adalah Pierre Gasly yang baru-baru ini masuk dalam daftar Formula 1 untuk tim Torro Rosso. 

Tak hanya Gasly, ada sejumlah nama pembalap jebolan Prema yang telah menembus ajang balap Formula 1 bersaing dengan pembalap duni lainnya sekelas Lewis Hamilton, seperti Esteban Ocon, Lance Stroll, Antonio Giovinazzi, Robert Kubica, dan Roberto Merhi. 

Stroll sendiri pada musim ini sempat tercatat menjuarai balapan di Azebaijan, dengan meraih podium pertama. Dalam laga tersebut, Stroll sendiri menjadi pembalap termuda dalam sejarah Formula 1 yang berhasil meraih kemenangan di ajang balap tersebut.

Bergabungnya Sean dengan Prema kemungkinan besar akan mampu menjadi batu loncatan yang cukup untuk membawa pembalap Indonesia tersebut merambah ke ajang balap Formula 1, usai Rio Haryanto terhenti di pertengahan musim lalu. 


3. Cukup Dua Musim untuk Dominasi Formula 2

Charles Leclerc bersama Prema Powerteam

Tak heran jika Prema melahirkan banyak pembalap muda yang kemudian merambah ke ajang balap tertinggi Formula 1. Pasalnya, di Formula 2 sendiri, hanya butuh waktu dua musim bagi Prema untuk dapat mendominasi ajang balap tersebut.

Sejak terjunnya ke Formula 2 pada 2016 lalu, Prema mampu menorehkan juara dunia lewat pembalap mereka, Pierre Gasly. Di posisi kedua, bahkan juga turut ditempati oleh pembalap naungan mereka, Antonio Giovinazzi. 

Tak sampai disitu, Charles Leclerc yang kini menjadi pembalap naungan Prema tengah digadang-gadang sebagai juara dunia Formula 2 musim ini. Cucu dari pembalap Jules Bianchi tersebut memang penampilan gemilang sepanjang musim ini. 

Pencapaian pembalap-pembalap di bawah naungan Prema tersebut mampu menjadi acuan dan modal bagi Sean untuk lebih dapat mendominasi laga-laga Formula 2 yang akan dihelat pada musim 2018 nanti. 


4. Hubungan Kuat dengan Mercedes dan Ferrari

Ferrari dan Mercedes

Tak hanya memiliki melahirkan begitu banyak pembalap berbakat, Prema sendiri rupanya punya hubungan yang begitu kuat dengan tim-tim pabrikan besar yang mendominasi ajang balap Formula 1 di berbagai musim.

Kedua tim pabrikan tersebut adalah Mercedes dan Ferrari. Bahkan Prema sendiri banyak menaungi pembalap-pembalap muda dibawah bimbingan Ferrari Driver Academy. Hal itu semakin menguatkan Prema untuk bersaing dan menghasilkan pembalap berkualitas yang siap terjun ke tingkat yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Mercedes sendiri memang menjadi tim yang cukup mendominasi ajang balap Formula 1 sepanjang musim ini. Melihat pencapaian mereka bersama pembalap juara dunia musim ini, Lewis Hamilton. 

Tidak dengan Mercedes saja, Prema membangun hubungan kuat pula dengan Ferrari yang pada musim ini turut menjadi rival terbesar tim naungan Toto Wolf tersebut. Dimana Ferrari sendiri memiliki pembalap yang sempat menyabet gelar juara dunia, seperti Sebastian Vettel dan Michael Schumacher.

Sean GelaelMercedes AMG F1Formula 1Scuderia FerrariFormula 2Prema RacingBalap MobilLance Stroll

Berita Terkini