x

Niki Lauda: Wajah Terbakar yang Selalu Diingat dan Sebut Ferrari Sampah

Kamis, 10 September 2020 20:26 WIB
Editor: Lanjar Wiratri
Legenda balap Formula 1 (F1) Niki Lauda pernah mengalami kecelakaan yanh nyaris merenggut nyawanya di GP Jerman pada 1976 silam.

INDOSPORT.COM - Legenda balap Formula 1 (F1) Niki Lauda pernah mengalami kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya di GP Jerman pada 1976 silam. Akibat kecelakaan itu ia koma, wajah dan kepala juara dunia F1 itu juga terbakar.

Kondisi Niki Lauda yang mengalami kecelakaan saat itu benar-benar sekarat. Ia ditarik oleh pembalap lain yang menjadi pahlawan saat paru-paru Niki Lauda sudah menghirup gas asap beracun dari mobil yang nyaris meledak.

Baca Juga
Baca Juga

Semua orang sudah mengira kecelakaan tersebut akan mengakhiri karier Niki Lauda, padahal pembalap Austria itu baru saja keluar sebagai juara dunia F1 tahun sebelumnya dan diharapkan bisa meraihnya untuk kedua kali secara berturut-turut.

Namun secara mengejutkan, ia mematahkan prediksi banyak orang. Niki Lauda secara ajaib bangkit dari koma dan kembali membalap 40 hari setelah kecelakaan yang nyaris mengakhiri hidupnya itu.

Tidak peduli bahwa penglihatannya masih terpengaruh karena kecelakaan dan luka-lukanya masih berdarah di perbannya, di bawah helm yang dimodifikasi, Lauda finis keempat dalam balapan comeback-nya.

Baca Juga
Baca Juga

Namun ia harus kemudian kehilangan gelar juara dunia hanya karena selisih satu poin usai menolak balapan di Jepang karena kondisi sirkuit tak memungkinkan.

Tapi itu bukan akhir segalanya untuk Niki Lauda karena ia kembali mengangkat trofi gelar juara dunia pada 1977, pensiun dan kembali memenangi gelar juara dunia F1 ketiganya pada 1984.


1. Sebut Ferrari Sampah dan Wajah Terbakar

Niki Lauda legenda Formula 1 tutup usia. Dan Mullan/Getty Images

Tahun 1973, Niki Lauda bergabung bersama tim BRM dan tampil cukup baik walaupun penuh dengan lika-liku. Ferrari yang saat itu tidak pernah menjadi juara dunia sejak John Surtees merengkuhnya pada 1964 menginginkan Niki Lauda.

Ferrari sukses menggaet Niki Lauda dari tim BRM. Setelah tes pertama di 1974 dengan Ferrari 312, Niki Lauda sempat menyebyt Ferrari sebagai mobil 'sampah' dan bersumpah mengubahnya jadi mobil hebat.

Hingga pada tahun 1975, ia sukses menjadi juara dunia bersama Ferrari untuk pertama kalinya. 

Sebelum kecelakaan terjadi di GP Jerman tahun 1976, Niki Lauda sempat menentang balapan di sirkuit Nurburgring yang memiliki panjang 14 mil dan sudut 160 derajat karena level keamanan yang tidak memadai. Dia mencoba mengumpulkan rekan-rekannya untuk memboikot balapan tetapi kalah satu suara dan memutuskan untuk tetap balapan.

Seperti sudah ditakdirkan, Ferrari yang dikendarainya celaka di lap kedua, membelok keluar jalur dan terbakar setelah terlempar dari pembatas ke jalur mobil yang masuk. Dua mobil lagi menabrak reruntuhan yang terbakar dan Lauda terjebak dalam api selama hampir satu menit. 

Beruntung beberapa pembalap langsung turun menyelamatkannya, terutama Arturo Merzario yang terjun ke dalam api untuk melepaskan Lauda dari sabuk pengamannya, agar dia bisa keluar.

Hantaman itu membuat helm Lauda lepas, membuat kepala dan wajahnya terkena api yang mengakibatkan luka bakar tingkat tiga dan menghanguskan sebagian besar telinga kanannya serta rambut di sisi kanan kepalanya, alisnya, dan kelopak matanya. 

Bahkan pendeta sudah dipanggil untuk mendoakan Lauda saat ia nyaris meninggal dunia. 

"Saya menjadi sangat kesal sehingga saya berusaha lebih keras untuk tidak mati karena insiden dengan Pendeta ini," ujar Lauda.

Persaingannya yang intens dengan James Hunt juga ikut diabadikan di Hollywood dalam film Rush. Persaingan itu mendorongnya untuk pulih dan berlomba untuk mempertahankan peluangnya memenangkan kejuaraan.

Lauda meninggal pada usia 70 pada Mei 2019 setelah transplantasi paru-paru delapan bulan sebelumnya. Pembalap Austria itu berbicara tentang bagaimana orang tidak ingin melihat ke matanya karena penampilannya yang rusak karena cedera yang dideritanya akibat kecelakaan itu.

Tapi bertahun-tahun kemudian wajah penuh luka itu justru menjadi inspirasi selamanya bagi banyak orang.

F1FerrariNiki LaudaFormula 1

Berita Terkini