x

4 Pembalap F1 dengan yang Loyal karena Punya Masa Bakti Lama di Satu Tim

Sabtu, 21 Januari 2023 21:23 WIB
Penulis: Maria Valentine | Editor:
Pembalap Mercedes AMG Petronas Motorsport Lewis Hamilton (44) dari Tim Inggris Raya melambai kepada para penggemar setelah balapan F1 Grand Prix AS di Circuit of the Americas. (Foto: REUTERS/Jerome Miron)

INDOSPORT.COM - Sejumlah pembalap F1 ini ternyata cukup loyal karena mempunyai masa bakti yang lama di satu tim.

Ajang balap mobil paling bergengsi di dunia, Formula One (F1) saat ini tengah memasuki masa jeda karena sudah menyelesaikan musim 2022.

Musim lalu Max Verstappen menjadi juara dunia usai mengumpulkan 366 poin di puncak klasemen F1. Sergio Perez menyusul dengan 253 poin di tempat kedua.

Ini jadi gelar juara dunia yang kedua untuk Verstappen. Pebalap berkebangsaan Belanda itu juga jadi juara dunia F1 2021.

Setelah melahirkan juara dunia, kini para pembalap tengah menikmati masa libur dan juga bersiap untuk persiapan musim baru.

Baca Juga

F1 2023 rencananya akan dimulai pada 05 Maret 2023 mendatang. Tetapi meski startnya masih cukup jauh, sejumlah tim dan pembalap sudah melakukan persiapan.

Musim depan diprediksi balapan akan berlangsung sengit, mengingat semua tim melakukan persiapan dengan maksimal.

Baca Juga

Selain itu, sejumlah rekor juga akan tercipta di F1 2023 salah satunya adalah untuk Lewis Hamilton yang akan menyamai pencapaian Michael Schumacher.

Rekor tersebut adalah kesetiaan. Kesetiaan bersama satu tim menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang pembalap, terutama ketika mereka mampu memberikan banyak prestasi kepada timnya. 

Berikut empat pembalap Formula 1 dengan masa bakti terlama bersama satu tim.

Baca Juga

1. David Coulthard

Logo baru Formula 1.

David Coulthard adalah salah satu legenda hidup F1 karena ia punya rekor apik yakni berupa kesetiaan.

David Coulthard yang merupakan tandem Mika Hakkien ketika keduanya sama-sama masih membela McLaren.

Meski tak meraih gelar juara dunia seperti Hakkinen, Coulthard dikenal sebagai pembalap yang konsisten merangsek ke papan atas.

Hal itu membuat manajemen tim merasa puas dengan performanya. 

Balapan untuk McLaren mulai 1996--2004 (8 tahun), Coulthard tercatat mengaspal sebanyak 150 kali dengan rincian 51 podium dan 12 kemenangan. 

Mika Hakkinen

Mengawali kariernya bersama Lotus, Mika Hakkinen menemukan rumahnya ketika ia bergabung dengan McLaren pada 1993.

Meski waktu itu statusnya masih sebagai test driver, Hakkinen sempat berada di balik kemudi pada sisa tiga race.

Pembalap asal Finlandia tersebut harus menunggu hingga GP Eropa 1997 untuk meraih kemenangan perdananya. 

Momentum tersebut mampu ia teruskan hingga meraih back to back juara dunia pada 1998 dan 1999. 

Hakkinen meninggalkan McLaren pada 2001 usai sembilan musim kebersamaan mereka.


2. Lewis Hamilton

Pembalap Mercedes AMG Petronas Motorsport Lewis Hamilton (44) dari Tim Inggris Raya melambai kepada para penggemar setelah balapan F1 Grand Prix AS di Circuit of the Americas. (Foto: REUTERS/Jerome Miron)

Kebersamaan Lewis Hamilton dan Mercedes selama satu dekade diwarnai berbagai kesuksesan.

Tim berjuluk Silver Arrows tersebut memang tampil dominan di era turbo hybrid sehingga membuat Hamilton meraih enam titel juara dunia.

Di usianya yang menginjak 38 tahun, pembalap asal Inggris tersebut akan melakoni musim ke-11 bersama pabrikan asal Jerman tersebut.

Dari 200 kali balapan bagi Mercedes, Hamilton meraih 82 kemenangan dan 77 pole position.

Michael Schumacher

Setelah meraih dua gelar juara dunia secara beruntun bersama Benetton, Micahel Schumacher hijrah ke Ferrari pada 1996.

Namun, Ferrari ketika itu tengah kesulitan sehingga membuatnya harus menunggu hingga musim 2000 untuk kembali merasakan gelar juara dunia.

Setelahnya, pembalap asal Jerman tersebut tak terbendung dengan raihan lima titel juara dunia secara beruntun.

Schumacher mengakhiri sebelas musim kiprahnya bersama tim kuda jingkrak tersebut ketika ia memutuskan pensiun pada 2006.

Lewis HamiltonF1Michael SchumacherFormula 1

Berita Terkini