Oase

Viral Tarif Dakwah Hingga Rp 3 Miliar, Gus Miftah Akhirnya Beri Penjelasan

Minggu, 10 Oktober 2021 21:07 WIB
Editor: Subhan Wirawan
© Instagram/gusmiftah)
Gus Miftah Copyright: © Instagram/gusmiftah)
Gus Miftah

INDOSPORT.COM – Pendakwah kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa disapa Gus Miftah akhirnya buka suara terkait kabar tarif dakwahnya yang menyentuh angka miliaran.

Melansir laman Akurat.co, Gus Miftah sendiri tidak membenarkan namun juga tidak menyalahkan kabar burung terkait tarif mahal dakwahnya yang kadung viral tersebut.

Menurutnya, ia seringkali memberikan tarif dakwah tergantung dari acara dan kalangan mana yang mengundangnya.

Andai kata para pejabat maupun publik figur yang memintanya mengisi acara, maka Gus Miftah tak menampik jika ia memberikan tarif mahal.

Namun sebaliknya, jika dirinya dipanggil berdakwah oleh kalangan biasa, maka Gus tidak mungkin meminta bayaran.

"Yang mengundang orang kaya, pejabat, mereka butuh ngumpulin orang di tengah lapangan puluhan ribu dengan kepentingan politik. Kamu jual saya murah ya salah," jelas Gus Miftah.

"Makannya, disitulah berlaku subsidi silang. Kita bijak saja dong, saya diundang oleh calon Bupati "gus monggo dateng ke tempat pengajian, ini gimana seikhlasnya." Kan goblok yang mengundang bupati, yang mengundang calon gubernur gimana," tegasnya.

"Tapi kalau yang mengundang saya warga desa pegunungan di desa, monggo (seikhlasnya)," sambungnya.

Lebih lanjut Gus Miftah menjelaskan, bahwa tarif tinggi yang kerap ia patok tersebut biasanya dibagikan kembali saat berdakwah di kalangan masyarakat biasa.

Baca Artikel Asli di Akurat.co

Disclaimer : Artikel ini adalah kerja sama antara Indosport.com dengan AkuratCo Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari AkuratCo

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%