Jelang Australian Open 2013

Panasnya Australian Open

Selasa, 8 Januari 2013 11:05 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Sudah pasti Grand Slam pembuka ini jadi incaran para petenis terbaik dunia untuk berebut gelar. Tak terkecuali sang juara bertahan, Novak Djokovic di bagian putra dan Victoria Azarenka di bagian putri.

Tahun lalu, Djokovic mengangkat trofi juara Australian Open untuk kali ketiga, setelah menumbangkan Rafael Nadal di final.

Djokovic butuh waktu 5 jam 53 menit, untuk menundukkan Nadal dengan 5-7 6-4 6-2 6-7 7-5. Ini merupakan rekor final terlama sepanjang sejarah final Grand Slam di Open Era.

Waktu ini juga mematahkan rekor pertandingan terlama di Australian Open, yang sebelumnya dicatat saat pertandingan semifinal antara Nadal dan Fernando Verdasco, yakni 5 jam 14 menit.

Djokovic punya sejarah bagus di Melbourne Park. Di turnamen ini, sulung tiga bersaudara tersebut meraih gelar Grand Slam pertamanya, tahun 2008.

Australian Open juga jadi tempat Azarenka meraih gelar Grand Slam pertama, pada tahun 2012. Bertemu Maria Sharapova di final, petenis Belarusia ini menang 6-3 dan 6-0.

Nadal Absen

Seperti orang bilang, mempertahankan lebih sulit dari pada merebut. Ini pula yang akan dihadapi Djokovic dan Azarenka, mulai pekan depan.

Datang sebagai petenis nomor satu dunia, Djokovic dan Azarenka ditempatkan sebagai unggulan pertama.

Sejumlah pesaing dengan kualitas setingkat dipastikan akan berusaha merebut gelar mereka.

Pesaing Djokovic berkurang, menyusul absennya sang rival utama, Nadal. Petenis Spanyol tersebut belum siap kembali pasca operasi lutut kiri.

Nadal mengaku lututnya sudah membaik. Tapi dia belum bisa memenuhi jadwal latihan sebagai persiapan sebelum turun ke sebuah turnamen, apalagi sebesar Australian Open.

“Saya akan kembali ke kompetisi ketika saya berada dalam kondisi yang tepat untuk bermain,” terang Nadal.

Tanpa Nadal, kompetisi mungkin menjadi kurang lengkap, tapi bukan lantas mengurangi tekanan persaingan.

Siapa yang akan meragukan kapasitas Roger Federer dan Andy Murray? Dua petenis ini lah yang diprediksi akan jadi pesaing kuat Djokovic untuk mempertahankan gelar.

Federer dan Murray tahun ini turun sebagai unggulan kedua dan tiga.

Tahun lalu, empat petenis ini berbagi rata dalam perolehan gelar Grand Slam. Djokovic mengawali dengan gelar di Australian Open, disusul Nadal dengan French Open.

Federer membuktikan diri masih layak disebut sebagai raja lapangan rumput dengan merebut gelar juara Wimbledon.

Terakhir, Murray akhirnya berhasil juga meraih gelar Grand Slam pertamanya , setelah menundukkan Djokovic di final US Open.

Murray juga sudah mengantongi bekal, setelah akhir pekan kemarin berhasil mempertahankan gelar di Brisbane International.

Persaingan tak sampai di situ. Jangan lupakan David Ferrer, Tomas Berdych, Juan Martin Del Potro, dan Jo-Wilfried Tsonga.

Apapun bisa terjadi dalam pertandingan best-of five , yang jelas membutuhkan stamina, skill, dan fokus prima dari para pemain.

Merata di Putri

Di bagian putri, persaingan relatif lebih merata. Tidak ada pemain yang benar-benar dominan. Kejutan lebih mungkin terjadi di nomor ini, seperti saat Azarenka melakukannya tahun lalu.

Nama Serena Williams masih masuk dalam daftar calon kuat juara. Sejarah berpihak pada petenis yang kini menjadi unggulan ketiga tersebut.

Dari seluruh peserta yang ambil bagian tahun ini, dia lah pemegang gelar Australian Open terbanyak, yakni lima, disususl Federer dengan empat gelar.

Unggulan kedua adalah Maria Sharapova, juara Australian Open 2008. Sementara unggulan keempat ditempati Agnieszka Radwanska.

Jangan lupakan Petra Kvitova dan Caroline Wozniacki. Meski tahun lalu Kvitova gagal bersinar, paling tidak dia sudah mengantongi satu gelar Grand Slam, yakni Wimbledon 2011.

Sementara itu, rasa penasaran masih terus menghantui Wozniacki. Pernah mendapat label sebagai petenis nomor satu dunia, Wozniacki belum sekalipun meraih gelar Grand Slam.

Tahun ini dia datang dengan rasa percaya diri tinggi. Persiapan matang sudah dilakukan, termasuk latihan di daerah pegunungan Rocky Mountain, Amerika Serikat.

Tapi Wozniacki harus lebih fokus. Di Sydney International, Wozniacki terhenti di perdelapanfinal, setelah kalah dari Svetlana Kuznetsova, 6-7 6-1 2-6, Selasa (08/01/13).