Setelah bertahun-tahun seolah hanya menjadi bayang-bayang Rafael Nadal dan Djokovic, Murray akhirnya membuktikan diri sejajar dengan mereka.
Tahun lalu, dia berhasil meraih gelar Grand Slam untuk kali pertama di US Open. Tiga gelar Grand Slam lainnya diraih masing-masing oleh Djokovic, Nadal, dan Roger Federer.
Bisa dibilang, Murray lebih sukses dibanding tiga pesaingnya tersebut, karena berhasil meraih medali emas Olimpiade London.
Jika tak kalah di final ATP World Tour Finals dari Djokovic, Murray sudah pasti layak disebut sebagai petenis terbaik 2012.
Sejak secara penuh ditangani Ivan Lendl sebagai pelatih, permainan Murray memang meningkat tajam. Murray sukses memaksimalkan kemampuannya dan lebih mampu mengontrol emosi.
Tahun ini, Murray datang ke Melbourne Park dengan percaya diri tinggi. Gelar juara jelas jadi incaran petenis kelahiran Glasgow, Skotlandia ini.
Murray sudah dua kali berhasil menembus final Australian Open, tahun 2010 dan 2011. Tapi di akhir partai final, dia selalu gagal mengangkat trofi Norman Brookes Challenge Cup.
Tahun 2010 dia kalah dari Federer dan setahun berikutnya kalah dari Djokovic.
Murray mengawali AO 2013 dengan melawan Robin Haase di babak pertama. Petenis 22 tahun ini menjawab ekspektasi banyak orang dengan kemenangan mudah 6-3 6-1 6-3.
Di babak kedua, Murray akan ditantang petenis Portugal, Joao Sousa, yang lolos ke babak kedua setelah menyingkirkan John-Patrick Smith.