Australian Open 2013

Aksi Fenomenal Young Aussie

Kamis, 17 Januari 2013 14:23 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Ketika masih junior, Bernard Tomic sudah mampu mencuri perhatian banyak orang. Bukan hanya soal prestasi, tapi juga pernyataan-pernyataan yang keluar dari mulutnya.

Saat berusia 14 tahun, Bernard berujar akan menjadi petenis nomor 1 dunia dalam beberapa tahun ke depan. Masih pada tahun sama, dia menjanjikan akan meraih gelar empat turnamen Grand Slam.

Tomic tak sekadar berucap, dia mulai merintis jalan. Menginjak usai 15, dia menjadi petenis termuda yang menjuarai Australian Open Junior 2008. Setahun berikutnya Tomic juara junior di US Open.

Saat berusia 18, dia membuat gebrakan dengan menjadi petenis termuda yang masuk peringkat 100 besar dunia berkat sukses menembus perempatfinal Wimbledon.

Tapi menjadi petenis terbaik bukan perkara mudah. Berbagai kesulitan dan kegagalan mulai menghampiri. Petenis kelahiran 21 Oktober 1992 gagal bersinar sepanjang 2012.

Orang bahkan mulai melancarkan kritik pedas. Pengamat menilai Bernard terlalu arogan dan tidak fokus atau disiplin dalam berlatih. Tapi pendukungnya membandingkan dia dengan Novak Djokovic. 

Seperti Tomic, Djokovic mendapat kritik dan cap arogan setelah memenangi gelar Grand Slam pertamanya di Australian Open 2008 dan mengklaim akan menjadi petenis nomor 1 dunia.

Nole Djokovic sesumbar siap menghadapi siapa pun. Namun dalam kisaran dua tahun, dia menjadi hanya bayang-bayang Rafael Nadal dan Roger Federer.

Tapi waktunya tiba. Dengan disiplin ketat di dalam dan luar lapangan, Djokovic bisa mewujudkan cita-citanya, menjadi petenis nomor 1 dunia pada Juli 2011.

Kisah Djokovic menjadi pembanding untuk Tomic. Saat menginjak usia 20 pada 2013, ada yang berubah pada petenis keturunan Korasia-Bosnia ini. Dia lebih tenang dan tak mengumbar janji.

Soal permainan di lapangan, dia juga banyak berubah. Tomic kembali berhasil merebut hati penggemar yang pernah meninggalkan dia.

Sebelum turun di Australan Open, Tomic mencatat beberapa kemenangan fantastis, termasuk saat mengalahkan Djokovic di Hopman Cup.

Dia juga berhasil menjadi juara di Sydney International dengan mengalahkan Kevin Anderson, hanya dua hari sebelum turun di Melbourne Park.

Di babak pertama Australian Open, Tomic mengalahkan Leonardo Mayer, 6-3 6-2 6-3. Ujian lebih berat hadir saat dia bertemu Daniel Brands di babak kedua, Kamis (17/01/13).

Tomic melepas set pertama, sebelum menguasai tiga set berikutnya untuk memastikan kemenangan 6-7(4) 7-5 7-6(3) 7-6(8), dalam waktu dua jam 54 menit.

Pertandingan berlangsung cukup imbang . Tomic mencatat 26 ace dan Brands 23. Tapi remaja Australia mencatat unforced error lebih sendikit, yakni 34, daripada lawannya, 41.

Di babak ketiga, Tomic akan bertemu pemenang antara Roger Federer dan Nikolay Davydenko.