Australian Open 2013

Langkah Manis Agnieszka

Jumat, 18 Januari 2013 10:53 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Radwanska bertemu Heather Watson di Hisense Arena, Jumat (18/01/13). Petenis Polandia ini membutuhkan waktu 84 menit untuk memenangi pertandingan dengan 6-3 6-1.

Radwanska adalah petenis pertama yang lolos ke babak keempat Australian Open tahun ini. Jika mampu melewati babak ini, dia akan melaju ke perempatfinal untuk keempat kalinya.

Pencapaian tertinggi Radwanska di Australian Open adalah perempatfinal yang didapat tahun 2008, 2011, 2012. Tahun ini, dia diprediksi bisa mencapai hasil lebih baik.

Dibandingkan beberapa pemain yang dijagokan menjuarai Australian Open, seperti Victoria Azarenka, Maria Sharapova, atau Serena Williams, postur Radwanska memang paling kecil.

Dengan tinggi 176 cm dan berat hanya 56 kg, Radwanska terlihat lebih ramping. Soal fisik, Radwanska memang kalah dibanding ketiga pesaingnya tersebut. Tapi dia punya kelebihan lain.

Pada tahun 1990-an, saat Williams bersaudara, Serena dan Venus, merajai tenis putri, orang seketika berpikir bahwa era tenis telah berganti.

Kekuatan fisik begitu mendominasi. Tak banyak lagi terlihat permainan dengan penempatan-penempatan bola cantik  yang mematikan. Yang ada, servis dan pukulan-pukulan keras mematikan.

Martina Hingis yang waktu itu dikenal memiliki teknik bagus, akhirnya tak mampu bertahan melawan banjirnya kekuatan fisik yang diusung para pemain lawan.

Lalu muncul lah Radwanska. Pemilik ranking empat dunia ini sadar tidak akan bisa mencapai level fisik seperti para pesaingnya. Karenanya, dia  memilih untuk memoles kelebihannya yang lain.

Dengan kerja keras dan disiplin tinggi, Radwanska membentuk permainannya hingga seperti sekarang. Dia piawai mengubah ritme permainan dan memiliki drop shot mematikan.

Antisipasinya luar biasa. Juara junor Wimbledon dan French Open ini mampu mengotrol bola dan permainan dengan sangat baik, yang kerap kali membuat lawannya frustrasi.

Radwanska juga memiliki ketenangan dan kesabaran yang sering jadi kunci kemenangannya. Tak heran jika banyak pengamat tenis membandingkannya dengan Hingis.

Tahun lalu, dia berhasil mencapai final Wimbledon. Dia menjadi petenis Polandia pertama yang berhasil menembus final Grand Slam dalam 73 tahun terakhir.

Tahun ini, dia jelas punya bekal cukup untuk meraih prestasi lebih bagus. Peluang untuk mencicipi peringkat satu dunia pun terbuka, meski masih banyak yang meragukan.

Dua gelar di awal tahun ini yang didapat di Auckland dan Sydney, adalah bukti kesiapannya menghadapi musim baru. Dia sudah mencatat 12 kemenangan beruntun sepanjang 2013.