Ini lah semifinal ideal, saat unggulan kedua bertemu unggulan ketiga. Tanpa mengecilkan David Ferrer, Novak Djokovic memang mendapat jalan lebih mudah ke final.
Ferrer adalah unggulan keempat dan memang sudah pada garisnya dia berada di semifinal bertemu unggulan pertama. Tapi dia naik ke posisi ini karena Rafael Nadal absen dari turnamen.
Andaikata Nadal hadir di Melbourne Park, semifinal pertama kemarin akan mempertemukan Djokovic dengan sang raja lapangan tanah liat.
Djokovic sudah menanti di final, saat Andy Murray dan Roger Federer saling berhadapan. Seperti prediksi banyak orang, pertandingan berjalan menarik karena kekuatan dua kubu bisa dikatakan berimbang.
Sejarah memang masih milik Federer. Dia adalah pemegang 17 gelar Grand Slam, dan empat di antaranya didapat di Australian Open. Murray baru meraih satu gelar, di US Open tahun lalu.
Tapi rekor pertemuan sebelum pertandingan ini adalah 10-9 untuk keunggulan Murray. Di Australian Open, ini merupakan pertemuan kedua setelah final 2010, ketika Federer menang 6-3 6-4 7-6(11).
Lupakan soal sejarah dan statistik, karena Murray saat ini sangat berbeda dengan dua atau bahkan tiga tahun lalu. Jangan ragukan kekuatan fisik Murray, karena dia adalah yang terkuat saat ini.
Servis pertamanya jauh lebih keras dengan akurasi yang baik. Pertahanannya bisa dikatakan sebagai salah satu yang terbaik di dunia, bersanding dengan Djokovic.
Pukulannya, baik forehand maupun backhand, kini jauh lebih tajam dan mematikan. Dan yang pasti, Murray kini memiliki mental dan semangat juang luar biasa.
Petenis Skotlandia ini memimpin pertandingan dengan memenangi set pertama, 6-4 dalam 45 menit.
Tapi Federer disebut Sang Maestro bukan lah tanpa alasan. Meski tidak mudah, dia berhasil menyeimbangkan kedudukaan dengan memenangi set kedua, 7-6 tiebreak 7-5.
Murray kembali mengambil momen di set ketiga, dan memimpin pertandingan berkat kemenangan 6-3.
Set keempat berlangsung dalam tekanan yang tinggi bagi kedua petenis. Federer sempat memimpin 4-1 sebelum berhasil dikejar Murray yang memaksa tiebreak.
Seperti set kedua, perang tiebreak kembali dimenangi Federer dengan 7-6 tiebreak 7-2 dalam 71 menit. Skor imbang 2-2.
Di set kelima, Murray langsung memegang kendali permainan dengan memimpin 3-0. Sempat mendapat perlawanan dari Federer, Murray akhirnya menyudahi set ini dengan kemenangan 6-2.
Murray berhak melaju ke final, dengan kemenangan 6-4 6-7(5) 6-3 6-7(2) 6-2, lewat pertarungan selama empat jam. Ini merupakan final ketiga Murray di Australian Open, setelah 2010 dan 2011.
Murray punya waktu sehari untuk beristirahat sebelum bertemu Novak Djokovic di final, Minggu (27/01).