Australian Open 2013

Pertarungan Beda Generasi

Jumat, 25 Januari 2013 09:46 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Tak ada jalan mudah untuk sampai ke final. Victoria Azarenka kerepotan menghadapi petenis Amerika Serikat, Jamie Hampton, di babak ketiga sebelum menang lewat pertarungan tiga set, 6-4 4-6 6-2.

Di semifinal, unggulan pertama ini kembali bertemu wakil AS, Sloane Stephens, yang membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Serena Williams di perempatfinal.

Azarenka memenangi pertandingan ini dengan dua set langsung, 6-1 6-4. Tapi pertandingan berakhir dengan kontroversi yang mengiringi.

Saat unggul 5-3, Azarenka membuang beberapa kesempatan untuk mengakhiri pertandingan. Yang terjadi justru Stephens berhasil mematahkan servis sang juara bertahan.

Saat unggul 5-4, petenis asal Belarus meminta medical timeout dengan alasan kesulitan bernafas karena ada tulang pinggangnya yang terjepit.

Tapi timeout berlangsung hampir 10 menit dan tak ada teguran atau hukuman bagi Vika -sapaan Azarenka-. Medical timeout seharusnya hanya berlangsung tiga menit.

Setelah mendapat perawatan dan kembali ke lapangan, Azarenka berhasil mematahkan servis Stephens untuk memastikan tempat di final.

Ini merupakan final kedua Azarenka setelah tahun lalu memenangi gelar Grand Slam pertamanya.

Buah Latihan Keras Li Na

Li Na melaju ke final tanpa kehilangan satu set pun. Kejutan terbesarnya terjadi saat mengalahkan Maria Sharapova, dua set langsung 6-2 6-2, di semifinal.

Melihat hasil pertandingan dari babak pertama hingga perempatfinal, Sharapova - yang baru kehilangan sembilan game - sebenarnya memiliki peluang lebih besar untuk memenangi laga ini.

Tapi Li Na tengah memiliki rasa percaya diri tinggi. Berdasarkan pengalaman, Li Na akan berubah menjadi pemain yang sangat berbahaya saat berada dalam kondisi pede dan fokus.

Kerja keras dalam enam bulan terakhir bersama pelatih barunya, Carlos Rodriguez yang dulu pernah menangani Justine Henin, membuahkan hasil.

Li Na - yang merupakan unggulan keenam - berhasil kembali ke final Australian Open setelah tahun 2011. Ini merupakan pencapain terbesar Li setelah menjuara French Open 2011.

Statistik Berimbang

Bagaimana peluang Azarenka dan Li Na untuk menjadi juara? Secara umum peluang keduanya cukup sama. Statistik dan rekor pertemuan mereka cukup berimbang.

Selisih usia delapan tahun rasanya bukan masalah. Li Na yang kini berusia 31 tahun jelas tak punya masalah fisik bila kita bandingkan dengan Azarenka yang masih berusia 23 tahun.

Li masih memiliki forehand silang mematikan, yang jadi salah satu kunci kemenangan saat mengalahkan Sharapova di semifinal.

Dua petenis sama mengantongi satu gelar Grand Slam. Li menjuarai Frech Open 2011 dengan mengalahkan Francesca Schiavone di final.

Azarenka juara di Australian Open 2012, setelah berhasil menundukkan Sharapova di final.

Rekor pertemuan keduanya adalah 5-4 untuk keunggulan Azarenka. Petenis Belarus ini memenangi empat pertemuan terakhir mereka.

Di Australian Open, dua petenis bertemu lagi setelah babak keempat pada 2011. Ketika itu Li Na keluar sebagai pemenang dengan 6-3 6-3.

Li Na mengaku selalu merasa senang kala bermain di Melbourne Park. Para penonton juga siap berdiri di belakang dia untuk memberi dukungan.

Azarenka mungkin tidak sepopuler Li Na. Tapi dia telah mengukir sejarah di sini, dengan meraih gelar Grand Slam perdana dalam karier profesionalnya.

Jadi, siapa penguasa Melbourne Park tahun ini?