Jelang Davis Cup 2013

Indonesia Tantang Jepang

Senin, 28 Januari 2013 16:14 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Indonesia lolos ke Grup I setelah berhasil menang atas Filipina, 3-2, di final Grup II, September tahun lalu. Sebelumnya di semifinal, Indonesia mengalahkan tim yang lebih kuat, Thailand, juga dengan 3-2.

Jepang jelas bukan lawan mudah untuk dihadapi. Indonesia yang diperkuat Christopher Rungkat, Elbert Sie, Ketut Nesar Arta, dan Wisnu Adi Nugroho, secara peringkat jauh berada di bawah Jepang.

Tapi bukan berarti jalan untuk menang sudah tertutup. Harapan Christo dkk tetap terbuka, terutama dengan mundurnya jagoan Jepang, Kei Nishikori.

Asosiasi tenis Jepang mengumumkan mundurnya Nishikori pada 23 Januari lalu. Nishikori mencapai babak keempat Australian Open 2013 dengan rasa sakit di lutut kiri. Dia terhenti setelah kalah dari David Ferrer.

Nishikori memilih untuk fokus pada penyembuhan cederanya, yang berarti harus melewatkan pertandingan melawan Indonesia. Harus diaukui, ini sedikit menguntungkan Christo cs.

Tanpa Nishikori, Jepang masih punya stok pemain yang sulit untuk dilawan. Mereka akan diperkuat Go Soeda (peringkat 73), Tatsumo Ito (84), Yuichi Sugita (129), dan Yasutaka Uchiyama (400).

Bandingkan dengan Christoper yang berada di peringkat 251, dan merupakan ranking tertinggi wakil Indonesia.

Kapten tim Bonit Wiryawan, sadar betul timnya akan sulit untuk meraih kemenangan. Apalagi pertandingan akan digelar di Arieka Coliseum, Tokyo, Jepang.

Tapi kalau pun harus kalah, dia menjanjikan pasukannya akan memberi perlawanan maksimal dan tak akan memberi kemenangan mudah pagi Jepang.

Di ajang ini, Indonesia dan Jepang memiliki sejarah pertemuan tujuh kali, dan enam di antaranya dimenangi negeri Matahari Terbit. Indonesia menang sekali pada 1998.

Selain Indonesia dan Jepang, Grup I Zona Asia/Oceania mempertemukan Australia dengan Taiwan, Uzbekistan dengan Cina, dan Korea Selatan dengan India.

Pemenang babak ini akan saling berhadapan di babak berikutnya dan bersaing untuk bisa ikut play-off ke Grup Dunia. Sementara tim yang kalah, harus bersaing demi terhindar dari degradasi ke Grup II.