Copa Claro 2013

Antara Spanyol-Argentina

Rabu, 20 Februari 2013 12:04 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Turnamen ini sempat beberapa kali berganti nama hingga menjadi seperti sekarang. Pertama digelar pada 1966, turnamen ini mengalami masa vakum tiga kali.

Copa Claro terakhir vakum pada 1996-2000, dan kembali bergulir pada 2001 hingga sekarang. Dari 12 penyelenggaraan terakhir, Argentina selalu berhasil meloloskan wakilnya ke final, kecuali 2006, 2010, dan 2012.

Argentina dan Spanyol mendominasi turnamen ini, meski juara pada tujuh penyelenggaraan pertama bukan dari kedua negara tersebut.

Legenda tenis asal Argentina, Guillermo Vilas, adalah pemegang gelar terbanyak, yakni tujuh, dan enam di antaranya dilakukan secara beruntun dari 1973 hingga 1977. Pada 1977, turnamen ini digelar dua kali.

Tahun lalu final mempertemukan dua petenis Spanyol, David Ferrer dan Nicolas Almagro. Ferrer keluar sebagai juara berkat kemenangan 4-6 6-3 6-2.

Ini merupakan gelar pertama Ferrer di Copa Claro setelah menjadi runner-up 2010. Ketika itu Ferrer kalah dari petenis Spanyol lainnya, Juan Carlos Ferrero. Sementara Almagro merupakan juara 2011.

Tahun ini, dua petenis kembali ambil bagian. Ferrer menjadi unggulan pertama, sementara Almagro unggulan kedua.

Mereka punya peluang kembali bertemu di final jika berhasil melewati empat babak. Almagro lolos dari ujian pertama dengan mengalahkan Guido Pella, 6-3 6-2, Senin (18/02/13) atau Selasa pagi WIB.

Sementara Ferrer baru akan bertanding Rabu (20/02) malam waktu setempat, melawan Agustin Velotti.

Tiga unggulan sudah rontok di babak pertama, yakni Thomaz Bellucci (unggulan 4), Horacio Zeballos (5), dan Pablo Andujar (7).

Unggulan yang masih mulus dan akan jadi pesaing terberat Almagro dan Ferrer adalah Stanislas Wawrinka, yang menang atas Paolo Lorenzi, 6-3 6-3, di babak pertama.

Argentina dan Spanyol mendominasi jumlah peserta tahun ini, dengan masing-masing menempatkan 10 dan sembilan petenis, dari total 32.

Argentina menaruh harapan tinggi pada David Nalbandian yang pekan lalu menjadi finalis Brasil Open. Berdasar hasil undian, Nalbandian berpeluang bertemu Ferrer di babak kedua.