Sara Errani dan Roberta Vinci berhasil merebut perhatian banyak orang berkat prestasi mereka di nomor ganda. Tahun lalu, mereka menjuarai French Open dan US Open, serta finalis di Australian Open.
Tahun ini mereka kembali membuat catatan fantastis, dimulai dengan menjuarai Australian Open, setelah mengalahkan Casey Dellacqua/Ashleigh Barty di final.
Awal Februari mereka meraih gelar kedua di Paris, dan berlanjut pekan lalu di Qatar. Maka, makin kuat lah dominasi duo Italia ini.
Vinci dan Errani memiliki tinggi di bawah petenis lain pada umumnya. Errani 164 cm, sementara Vinci yang kini berusia 30 tahun lebih pendek satu senti.
Mereka menutupi kekurangan tersebut dengan kecepatan, daya tahan, kekompakan, dan kekuatan yang sulit ditandingi lawan. Mereka bermain seperti tak kenal lelah sama sekali.
Sayangnya, prestasi mereka di tunggal tak secemerlang di ganda. Errani yang kini menempati peringkat enam dunia, merupakan petenis nomor satu di Italia. Tapi dia belum pernah menjuarai turnamen besar.
Pekan ini di Dubai, mereka hanya turun di nomor tunggal. Keduanya menjalani laga perempatfinal, Kamis (21/02/13). Vinci bertemu Samantha Stosur pada perempatfinal pertama.
Vinci mengejutkan Stosur dengan kemenangan dua set langsung, 6-2 6-4, dalam satu jam 18 menit, sekaligus mengantarnya ke semifinal.
Perempatfinal kedua mempertemukan Errani dengan Nadia Petrova. Errani unggul cepat 5-1, sebelum menutup set pertama dengan 6-4.
Keadaan berbalik di set kedua. Petrova memegang kendali penuh dan menang 6-0.
Tapi pertandingan belum berakhir. Errani seperti mendapat kekuatan baru dan berhasil memenangi set ketiga dengan 6-3. Errani melangkah ke semifinal untuk menghadapi Vinci.
Sebelum ini mereka sudah bertemu enam kali, dengan rekor pertemuan 4-2 untuk keunggulan Errani.
Pertarungan antara Vinci dan Errani bukan mustahil akan berjalan imbang. Keduanya selalu bersama, berlatih bersama, bahkan sarapan pun bersama. Masing-masing sudah tahu persis gaya permainan lawan.
Ya, saat kawan menjadi lawan.