Pertemuan dua petenis beda generasi ini baru pertama kali terjadi sepanjang karier mereka. Tomas Berdych yang kini berusia 27 tahun, terjun lebih dulu ke dunia pro, dibanding Jerzy Janowicz, 22 tahun.
Bicara prestasi, Berdych punya catatan lebih bagus, termasuk saat menjadi finalis Wimbledon 2010. Tapi perempatfinal kali ini berjalan cukup imbang. Berdych memimpin dengan kemenangan 6-3 di set pertama.
Janowicz memaksa pertandingan dilakukan tiga set, setelah memenangi set kedua dengan 7-6 tiebreak 7-0.
Set ketiga kembali jadi milik Berdych. Unggulan pertama ini melaju ke semifinal dengan kemenangan 6-3 6-7(0) 6-3. Selanjutnya Berdych akan menghadapi Dmitry Tursunov.
Tursunov melaju ke semifinal setelah mengalahkan Gilles Muller, 7-6(7) 1-6 7-5.
Berdych bukan satu-satunya yang menjalani pertandingan ketat melawan petenis lebih muda. Jo-Wilfried Tsonga juga harus bekerja keras saat menghadapi Bernard Tomic, yang berusia 20 tahun.
Tsonga dengan usia tujuh tahun lebih tua, harus melepas set pertama untuk keunggulan Tomic, 6-4.
Tsonga yang pekan lalu gagal melewati babak pertama di Rotterdam, berhasil menyamakan kedudukan dengan kemenangan 6-3 di set kedua.
Set ketiga berlangsung alot. Setelah lima kali match point, Tsonga akhirnya menyudahi perjalanan Tomic dengan 4-6 6-3 7-6(10).
Tsonga akan bertemu sesama Prancis, Giles Simon, di semifinal. Simon membuat gebrakan dengan mengalahkan unggulan kedua dan juga juara bertahan, Juan Martin del Potro, di perempatfinal.
Simon hanya butuh 82 menit untuk mengakhiri perlawanan juara Rotterdam 2013 tersebut. dengan 6-4 6-3. Kemenangan ini juga mengubah rekor pertemuan keduanya menjadi imbang 3-3.
Ini merupakan semifinal kedua Simon tahun ini setelah pekan lalu di Rotterdam, kalah dari Julien Benneteau.