Sejarah tercipta di Dubai saat empat unggulan teratas lolos ke semifinal. Ini baru pertama terjadi sejak turnamen digelar pada 1993.
Unggulan pertama, Novak Djokovic, bertemu Juan Martin del Potro yang datang sebagai unggulan keempat. Ini merupakan pertemuan ke-10 keduanya, dengan rekor sebelumnya 7-2 untuk Djokovic.
Pertandingan berjalan tidak imbang pada set pertama, yang memudahkan Djokovic menang dengan 6-3, hanya dalam 36 menit.
Memasuki set kedua, del Potro melakukan servis dengan baik, yang merupakan senjata utamnya. Petenis Argentina ini unggul cepat dengan 3-0.
Tapi Djokovic menemukan cara untuk menghentikan laju del Potro. Petenis nomor satu dunia ini memenangi lima game berikutnya untuk memimpin 5-3 dan melakukan serving for the match.
Del Potro bertahan dengan memenangi tiga game berikutnya, dan berbalik unggul 6-5. Set ketiga harus diakhiri dengan tiebreak.
Djokovic merupakan salah satu petenis yang bermain bagus saat tiebreak. Sekali lagi, duta Serbia ini membuktikan mental juaranya, dengan memenangi set dua, 7-6 tiebreak 7-4.
Djokovic lolos ke final setelah bertanding selama satu jam 45 menit. Dia membuka peluang untuk meraih gelar keempat di Dubai. Di final, pemegang enam gelar Grand Slam ini akan bertemu Tomas Berdych.
Berdych yang menempati unggulan ketiga, bertemu unggulan kedua Roger Federer, di semifinal. Ini merupakan pertemuan ke-17 dengan rekor sebelumnya 11-5 untuk keunggulan Federer.
Tapi Berdych memimpin dalam tujuh pertemuan terakhir, dengan empat kemenangan.
Federer yang belum meraih satu gelar tahun ini, memimpin lebih dulu dengan kemenangan 6-3 di set pertama. Petenis Swiss ini bahkan sudah di ujung kemenangan saat memimpin di set kedua.
Tapi Berdych berhasil menggagalkan tiga match point Federer, dan mengambil set kedua dengan kemenangan 7-6 tiebreak 10-8.
Di set penentuan, Berdych menguasai pertandingan dan akhirnya menutupnya dengan kemenangan 3-6 7-6(8) 6-4.
Ini merupakan kali ketiga Federer kalah dari Berdych saat sudah mendapatkan match point.
Sebelumnya terjadi di Miami 2010 dan Davis Cup 2007 nomor ganda. Federer yang berpasangan dengan Stanislas Wawrinka, kalah dari Berdych dan Radek Stepanek.
Sejarah Milik Djokovic
Final antara Djokovic dan Berdych akan berlangsung Sabtu (02/03) pukul 22.00 WIB. Sebelumnya, dua petenis sudah 13 kali bertemu dan Djokovic memimpin dengan 12-1.
Berdyh mencatat kemenangan atas Djokovic pada semifinal Wimbledon 2010, yang akhirnya mengantarnya ke final pertama dan satu-satunya di turnamen Grand Slam.
Tahun lalu, mereka bertemu tiga kali, di ATP 1000 Monte Carlo dan Shanghai, serta ATP Tour Finals di London. Tahun ini, mereka sudah bertemu sekali di perempatfinal Australian Open.
Melihat data statistik dan performa kedua petenis dalam tiga tahun terakhir, Djokovic memang punya peluang lebih besar untuk memenangi laga final dan meraih gelar keempat di Dubai.
Tapi Berdych adalah pemain berbahaya. Saat dia bermain fokus, tak mudah bagi siapa pun untuk mengalahkannya, karena dia merupakan salah satu petenis dengan senjata cukup komplit.