Abierto Mexicano Telcel 2013

Petenis Spanyol Berkuasa

Sabtu, 2 Maret 2013 14:12 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Tiga dari empat semifinalis Acapulco 2013 berasal dari Spanyol. Unggulan kedua, Rafael Nadal, bertemu Nicolas Almagro. Kedua petenis sama-sama pernah menjuari turnamen ini.

Mereka memiliki permainan bagus di lapangan tanah liat. Tapi Nadal punya prestasi jauh lebih mengkilap. Predikat King of Clay adalah bukti kehebatan pemilik tujuh gelar French Open ini.

Sejarah pertemuan mereka jelas berpihak pada Nadal yang melakukan sapu bersih di delapan pertandingan sebelumnya. Mereka terakhir bertemu di perempatfinal French Open 2012.

Nadal, yang lolos ke semifinal dengan mengalahkan tiga petenis Argentina, mendapat perlawanan ketat di sepanjang pertandingan.

Petenis kelahiran 3 Juni 1986 ini akhirnya menyudahi pertandingan dengan 7-5 6-4 dalam satu jam 48 menit.

Sejak kembali bertanding setelah istirahat lama karena cedera lutut, Nadal memasuki final beruntun di lapangan tanah liat. Di Acapulco, dia akan menghadapi petenis Spanyol lain, Daved Ferrer.

Empat kali beruntun, Acapulco mengadu Spaniards di final. Siapa pun yang keluar sebagai juara memastikan Spanyol sebagai juara dalam enam penyelenggaraan terakhir.

David Ferrer, yang berjuang meraih gelar keempat secara beruntun di turnamen ini, bertemu Fabio Fognini di semifinal. Pekan lalu, Ferrer menang dua set langsung atas Fognini di perempatfinal Copa Claro, Buenos Aires, dan kemudian jadi juara.

Ferrer sepertinya akan mengulang kemenangan mudah ini dengan mengambil set pertama, 5-3. Tapi Fognini memberi perlawanan. Petenis Italia ini berhasil mencuri set kedua setelah memenangi tiebreak 7-6(5).

Di set penentuan, Fognini tak mampu lagi memberi perlawanan. Ferrer, dengan stamina super prima nya, memastikan kemenagan 6-3 6-7(5) 6-1 dalam dua jam 23 menit.

Final, yang akan berlangsung Sabtu (02/03) malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB, jadi pertemuan ke-21 Nadal dan Ferrer.

Sejarah berpihak pada Nadal yang unggul dengan rekor kemenangan 16-4. Tapi Ferrer punya banyak alasan untuk bisa menambah jumlah kemenangannya.

Salah satunya, keinginan untuk menyamai rekor Thomas Muster sebagai satu-satunya petenis yang bisa menjuarai turnamen ini empat kali secara berturut-turut (1993-1996).

Ferrer adalah juara di tiga tahun terakhir (2010-2012). Nadal sekali menjadi juara pada 2005.