Di bagian tenis putri, Indian Wells menempati posisi sama seperti di kategori putra, dengan predikat turnamen Premier Mandatory. WTA memiliki empat turnamen dengan level Premier Mandatory.
Derajat turnamen membuat para petenis putri menetapkan Indian Wells dalam prioritas. Banyak petenis memilih absen di kejuaraan lain agar dapat berpartisipasi di BNP Paribas Open 2013.
Bila Andy Murray memilih tidak turun setelah Australian Open, di bagian putri juga sama. Victoria Azarenka memilih mundur dari Qatar Open setelah menang di Dubai karena cedera pada kaki.
Azarenka memilih untuk memulihkan cedera dan tak mau melepas kesempatan untuk tampil seratus persen. Petenis Belarusia ini ialah juara bertahan di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat.
Jika di bagian putra ada berita gembira dengan kehadiran Rafael Nadal, bagian putri mengalami hal sebaliknya. Masih seperti 10 tahun sebelumnya, tidak ada Williams bersaudara, Venus dan Serena.
Setiap kali Indian Wells bergulir, sebagian memori penggemar akan terbawa kembali ke peristiwa 2001. Banyak penonton ingat ihwal sebab awal Williams bersaudara absen hingga tahun 2013.
Ketika itu, Venus dan Serena seharusnya bertemu di semifinal. Empat menit sebelum pertandingan, Venus menyatakan mundur karena cedera pada kaki. Serena pun lolos ke final tanpa bertanding.
Para penonton yang sudah memenuhi stadion untuk bisa menyaksikan dua petenis terbaik kakak-adik bertanding tentu saja merasa kecewa. Esok hari peristiwa pahit menimpa Serena di final.
Final Sorakan Rasis
Saat bertemu Kim Clijsters di final, Serena mendengar stadion bergemuruh karena sorakan bernada celaan. Semua tertuju kepada dia, yang maju ke partai puncak tanpa mengalahkan kakaknya.
Ketika Venus dan sang ayah, Richard Williams, masuk ke stadion untuk duduk di tempat keluarga pemain, penonton menyoraki mereka. Kata-kata yang terlontar terdengar tidak menyenangkan.
Di tengah kondisi yang sangat tidak nyaman, Serena tetap berhasil memenangkan pertandingan dengan mengalahkan Clijsters, 4-6 6-4 6-2. Anak bungsu keluarga Williams menjadi sang juara.
Tapi Williams bersaudara terlanjur sakit hati dengan perlakuan penonton dan menganggap mereka rasis. Venus dan Serena “menghukum” Indian Wells dengan keputusan tidak akan hadir lagi.
Keputusan ini tentu mengecewakan banyak pihak terutama panitia. WTA memberi “sanksi”, mereka boleh tidak ikut turnamen, tapi harus bersedia ambil bagian dalam kegiatan promosi turnamen.
Jadi jangan heran bila beberapa malam kemarin Serena hadir dalam berbagai acara ramah tamah dalam rangka promosi turnamen. Tapi petenis nomor 1 tak akan ikut berkompetisi di lapangan.
Tahun 2013 adalah ke-11 kali Serena dan Venus melewati Indian Wells. Waktu 10 tahun lebih sudah cukup untuk “menghukum” para penonton yang ketika itu sebenarnya sangat memuja mereka.
Penonton hanya kecewa karena tidak bisa melihat idola mereka saling berhadapan menampilkan permainan terbaik. Namun mereka mengungkapkan dengan cara yang aneh, salah, menyakitkan.
Semoga Williams bersaudara mau membuka hati untuk hadir di Indian Wells Tennis Garden 2014. Mudah-mudahan pula turnamen ini tetap pantas bersebutan “selevel di bawah Grand Slam”.