Sejak 2011, Novak Djokovic jadi penguasa baru tenis dunia dengan meraih gelar demi gelar, termasuk lima gelar Grand Slam. Sebelumnya dia meraih satu gelar di Australian Open 2008.
Pada 2013, sulung tiga bersaudara ini sudah turun di dua turnamen dan berakhir dengan gelar juara di tangan, yakni Australian Open dan Dubai.
Bagaimana Djokovic mengalahkan Andy Murray di final Australian Open dan Tomas Berdych di final Dubai menggambarkan betapa superior petenis 25 tahun tersebut.
Dengan level permainannya, fisik yang selalu prima, pertahanan luar biasa, dan serangan-serangan mematikan, tak heran jika Djokovic mendapat predikat sebagai petenis terbaik di lapangan keras saat ini.
Nole Djokovic sudah membukukuan 13 kemenanangan beruntun tahun ini, dan belum terkalahkan sejak Oktober tahun lalu.
Indian Wells adalah perhentian ketiga Djokovic tahun ini. Petenis nomor satu dunia ini adalah pemegang dua gelar juara, 2008 dan 2011.
Pada 2012 kemarin, The Djoker Djokovic gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari John Isner di semifinal.
Pada 2013 ini, Djokovic mendapat undian cukup mudah. Lawan terberat yang paling cepat dia jumpai adalah Jo-Wilfried Tsonga di perempatfinal.
Jika berhasil melewati babak ini, Djokovic berpeluang besar menghadapi Andy Murray di semifinal. Dengan catatan, lawan dari Skotlandia tersebut bisa melewati Juan Martin del Potro di perempatfinal.
Murray adalah satu-satunya petenis di peringkat 10 besar dunia yang tidak turun di satu pun turnamen sejak Australian Open, Januari lalu.
Prestasi terbaik Murray di Indian Wells adalah finalis 2009, setelah kalah dari Rafael Nadal.
Pada dua kali penyelenggaraan terakhir, petenis nomor tiga dunia ini selalu kalah pada pertandingan perdana di babak kedua. Murray mendapat bye di babak pertama.
Gelar juara 2012 jatuh ke tangan Roger Federer, yang sebelumnya sudah pernah melakukan hat-trick pada 2004-2006.
Jika Murray dan Djokovic berpeluang saling berhadapan di semifinal, Federer akan bertemu lawan menakutkan lebih awal. Jika mampu lolos ke perempatfinal, unggulan kedua ini akan bertemu Rafael Nadal.
Secara umum, kondisi Federer lebih siap karena dia aktif bermain dan tidak memiliki cedera. Tapi performa ayah dua anak ini tidak lah meyakinkan, dengan selalu gagal meraih gelar di tiga turnamen tahun ini.
Cedera lutut kaki malah memaksa Nadal istirahat tujuh bulan lebih dan masih membayangi langkahnya. Bermain di lapangan tanah liat, dia memang siap. Tapi di lapangan keras?
Sejak kembali berkompetisi, Nadal dan timnya memutuskan untuk lebih selektif memilih event, sampai kakinya benar-benar pulih seratus persen.
Indian Wells adalah turnamen lapangan keras perdana Nadal setelah istirahat panjang. Petenis Spanyol ini adalah pemegang dua gelar turnamen ini, pada 2007 dan 2009.
Semifinal Indian Wells 2012 adalah pertemuan terakhir Roger Federer dan Rafael Nadal. Ketika itu Federer keluar sebagai pemenang dan akhirnya juara.
Siapa pun dari kedua petenis ini yang lolos ke semifinal kemungkinan terbesar akan bertemu David Ferrer yang merupakan unggulan keempat.
Ferrer saat ini berada di peringkat empat dunia, tapi itu tak lantas membuat dia menjadi The Big Four.
David Ferrer bisa jadi semifinalis, tapi menjadi juara saat Djokovic, Nadal, Federer, dan Murray ikut bertanding, rasanya sulit untuk terwujud.
Semifinal Australian Open melawan Djokovic dan final di Acapulco akhir pekan kemarin melawan Nadal adalah bukti bahwa Ferrer berada di level yang berbeda.
Indian Wells tahun ini adalah turnamen pertama yang menghadirkan The Big Four, Nole, Rafa, Roger, dan Andy, turun semua sejak Wimbledon 2012.