Murray dan Federer

Mengakrabi Tanah Liat

Kamis, 11 April 2013 13:23 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

April dan Mei akan jadi bulan penuh debu. ATP atau badan yang mengurusi petenis profesional putra, menggelar 11 turnamen tanah liat secara berurutan.

French Open akan jadi gong dari persaingan di lapangan yang memungkinkan para petenis melakukan sliding atau meluncur ini.

Bisa jadi, Rafael Nadal adalah petenis yang paling berbahagia pada masa ini. Di lapangan ini, dia masih jadi raja dengan prestasi belum tertandingi.

Baru enam pemain yang bisa mengalahkan Nadal di tanah liat, yaitu Robin Soderling, Fernando Verdasco, Novak Djokovic, Roger Federer, Juan Carlo Ferrero, dan Horacio Zeballos.

Zeballos adalah yang terakhir mengalahkannya di Vina del Mar, Cili, Februari lalu dan merupakan satu-satunya petenis kidal yang melakukannya.

Saat Nadal berbahagia menyambut clay season, tidak demikian dengan Roger Federer.

Bertanding di lapangan tanah liat jelas bukan pekerjaan mudah bagi ayah dua putri ini. Dari 17 gelar Grand Slam koleksinya, hanya satu yang berasal dari French Open.

Petenis Swiss ini tidak akan ambil bagian di Monte Carlo Masters 1000, pekan depan. Dia memilih memantapkan persiapan dan baru turun di Madrid, awal Mei.

Federer berlatih di tempat yang cukup tersembunyi dengan pegunungan di sekelilingya. Tahun ini dia sudah turun di empat turnamen dan belum sekali pun masuk final.

Di tempat yang berbeda, Andy Murray juga sedang beradaptasi dengan lapangan tanah liat. Bersama sang pelatih, Ivan Lendl, petenis Skotlandia ini memilih berlatih di Boca Raton, Florida, Amerika Serikat.

Kehadiran Murray tentu saja menarik perhatian para pemain lokal dan penggemar. Mereka senang mendapat kesempatan menyaksikan secara langsung juara US Open 2012 tersebut berlatih.

Yang tak kalah menarik perhatian adalah ketika Lendl memakai kaus dengan foto mukanya bertuliskan “This is my happy face”.

Pada saat bersamaan, tepatnya Rabu (10/04/13) di Praha, ibu kota Republik Ceko, Lendl tengah memamerkan 116 karya seniman Prancis, Alphonse Mucha, yang dia koleksi sejak awal 1980an.

Tanpa kehadirannya, pameran tetap berjalan di Prague’s Municipal House, yang dekorasi bangunannya juga merupakan karya Mucha.

Pameran berlangsung hingga Juni dan ada rencana akan berlanjut ke negara lain, seperti Jepang, Cina, dan Rusia. Lendl kemungkinan akan hadir di acara ini pada akhir April.