Monte Carlo Masters 2013

Wawrinka Robohkan Murray

Kamis, 18 April 2013 20:59 WIB
Editor: Pipit Puspitarini
 Copyright:

Bola-bola lambat lapangan tanah liat merah adalah masalah, misteri, sekaligus daya tarik tersendiri bagi beberapa petenis. Sepanjang sejarah, tak banyak petenis yang memiliki prestasi cemerlang di lapangan ini.

Andy Murray merupakan salah satu yang masih harus berlatih keras jika ingin menambah daftar perolehan juaranya menjadi sempurna.

Lawannya di babak ketiga Monte Carlo Masters, Stanislas Wawrinka, juga bukan penakluk jenis lapangan ini. Tapi paling tidak dia sudah meraih dua gelar, meskipun dari Masters 250.

Sebelum turun di Monte Carlo, Wawrinka sudah ikut dua turnamen tanah liat musim ini, di Buenos Aires dan Acapulco, dengan hasil final dan babak pertama.

Menghadapi Murray yang baru mengangkat trofi juara Miami Masters akhir Maret lalu, Wawrinka bermain percaya diri. Sepanjang pertandingan, petenis Swiss ini memegang kendali permainan.

Murray yang biasanya andal dalam melakukan pengembalian servis, kali ini sering tak berdaya. Bahkan dia mencatat 24 unforced error yang memudahkan sang lawan meraih poin.

Wawrinka akhirnya menyudahi mimpi Murray untuk meraih gelar pertama di lapangan tanah liat, setelah menyudahi pertandingan dengan 6-1 6-2 hanya dalam 58 menit.

Kemenangan ini tak hanya mengantar Wawrinka ke perempatfinal, tapi juga mengangkat posisi rekan senegaranya, Roger Federer, kembali ke peringkat dua dunia.

Federer tergeser ke posisi tiga menyusul kemenangan Murray di Miami.

Di perempatfinal, Wawrinka akan bertemu wakil Prancis, Jo-Wilfried Tsonga, yang lolos lebih dulu dengan menyingkirkan Jurgen Melzer.

Petenis Prancis lain yang lolos ke perempatfinal adalah Richard Gasquet. Unggulan kelima ini melaju setelah meraih kemenangan atas Marin Cilic, 7-5 6-4. Fabio Fognini dari Italia akan jadi lawan Gasquet selanjutnya.