Wimbledon 2013

Masa Kelam Paman Sam

Jumat, 28 Juni 2013 13:26 WIB
Editor: Yusuf Abdillah
 Copyright:

Kemenangan Novak Djokovic atas Bobby Reynolds di putaran 2 Grand Slam Wimbledon 2013 menandai titik nadir tenis putra Amerika Serikat. Tak satu pun petenis putra AS yang tersisa.

Kondisi ini merupakan yang terburuk dalam sejarah tenis AS. Untuk pertama kalinya dalam 101 tahun tak ada satu pun petenis putra AS yang bermain di putaran 3 tunggal Wimbledon.

Sebelumnya ames Blake sudah terlebih dulu tumbang di tangan petenis Australia Bernard Tomic dan Denis Kulda kalah dari Ivan Dodig asal Kroasia. John Isner mundur karena cedera di babak 2.

AS sempat menguasai kancah tenis dunia saat hadir petenis seperti Pete Sampras, Andre Agassi, dan Jim Courier.

Andy Roddick merupakan petenis AS terakhir yang memenangi Grand Slam dan bercokol sebagai petenis nomor wahid dunia pada 2003. Roddick mundur dari tenis mundur 2012 lalu.

Mantan juara Wimbledon John McEnroe menyatakan tantangan besar tenis AS saat ini adalah regenerasi dan tumbuhkan ketertarikan pada olahraga tenis.

"Bila ingin bertanding dan memenangi turnamen besar, atlet butuh perhatian khusus. Harus ada sesuatu yang kita lakukan untuk mencari dan menyiapkan pada pendatang baru,” ujarnya.

"Anak perempuan lebih menyukai tenis daripada anak laki-laki. Kebanyakan mereka  sepakbola dan bola basket. Mereka kurang menyukai tenis," kata McEnroe.

Di bagian putri petenis AS masih bisa tersenyum dengan adanya Serena Williams serta Madison Keys, bintang muda yang mulai naik daun.