Menghadapi John Isner, Rafael Nadal membawa ambisi untuk menjadi juara untuk kali pertama di Cincinnati Masters. Gelar yang akhirnya menjadi miliknya usai menang dua set langsung, 7-6.7-6.
Kesuksesan di Cincinnati juga menandai ketangguhan Nadal di lapangan keras. Selama ini Nadal adalah jagoan lapangan tanah dan acap kesulitan di lapangan keras.
Juara di Cincinnati merupakan gelar kedua di lapangan keras secara beruntun Nadal. Untuk pertama kali sepanjang karier Nadal memenangi dua gelar di lapangan keras secara berturut-turut.
Sepekan lalu, petenis Spanyol itu memenangi Montreal Masters. Sepanjang 2013, Nadal sudah mengoleksi sembilan trofi.
Kemenangan di Cincinnati memperpanjang rekor kemenangan beruntun Nadal di lapangan keras menjadi 15. Keseluruhan, Nadal sudah mencatat 53 kali menang dari 56 laga pada 2013.
Keberhasilan di Cincinnati juga menjamin Nadal naik ke posisi 2 daftar peringkat petenis putra. Nadal kini menjadi favorit di Grand Slam US Open 2013 yang berlangsung di New York, 26 Agustus 2013.
Nadal berpeluang untuk meraih trofi US Open kedua sekaligus menambah koleksi gelar Grand Slam menjadi 13.
“Gelar (Cincinnati Masters) ini sangat penting. US Open tinggal sepekan lagi. Dalam beberapa hari saya harus mulai memikirkan US Open,” ujar Nadal.