Rafael Nadal akhirnya membukukan trofi grand slam ke-13, setelah melibas peringkat pertama dunia Noval Djokovic 6-2, 6-3, 6-4, 6-1 di final Amerika Terbuka 2013, Senin (09/09/13).
“(Kemenangan) ini sangat emosional. Semua anggota tim saya tahu apa arti kemenangan ini,” sebut Nadal seusai berlaga di Flushing Meadows, New York, Amerika Serikat,
Trofi US Open 2013 itu adalah yang kedua, setelah yang pertama Nadal raih pada 2010. Tahun itu pula Nadal melengkapi empat kampiun grand slam. Saat itu petenis Spanyol berjaya dengan 10 gelar juara grand slam.
Pada 2010 itu Nadal merekam rekor fantastis dengan 60 kali memenangi pertandingan dan hanya tiga kali kalah.
Berbekal trofi US Open 2013 Nadal hanya satu gelar kampiun lebih sedikit dari atlet legendaris AS Pete Sampras. Petenis berusia 27 tahun itu juga makin mendekati rekor 17 trofi grand slam milik Roger Federer.
Kemenangan atas Nole –sapaan Djokovic—membuat pundi-pundi kocek Nadal berlipat US $3,6 juta atau sekitar Rp4,01 miliar (kurs Rp11.160). Sepanjang karier Nadal telah menghimpun dana lebih dari $60 juta.
“Dalam setiap pertandingan Novak selalu memaksa saya mengeluarkan segenap kemampuan yang saya miliki. Dia petenis luar biasa. Dia akan menjadi ssalah satu yang terbesar di dunia,” tutur Nadal.
Kedua petenis itu telah berduel 37 kali. Nadal memimpin 22-15 atas petenis dari Serbia itu. Sebuah pencapaian fantastis bagi Nadal karena dia baru kembali pada Februari, setelah pulih dari cedera tujuh bulan.
Bagi Djokovic, kekalahan di Flushing Meadows itu menyakitkan, karena dia baru saja mengarungi final US Open keempat secara beruntun.
Djokovic sempat mengawali tur grand slam 2013 dengan merebut trofi Australia Terbukanya yang keempat. Namun, dia kalah di semifinal Perancis Terbuka dari Nadal dan keok di final Wimbledon dari Andy Murray.
“Saya ingin sekali menang (di US Open). Namun, jelas terlihat dalam sejumlah momen penting, dia (Nadal) bermain lebih baik dan itulah mengapa dia pantas menang,” sebut Djokovic.
“Selamat untuk dia dan saya berusaha terus melangkah ke depan,” lanjut dia. Dalam final itu Senin kemarin, Djokovic membukukan 53 unforced error.