Turun dengan 8 Petenis

Tenis Optimistis Raih Emas

Selasa, 17 September 2013 17:58 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Senior Pelti, Wailan Walalangi, menilai Islamic Solidarity Game bagus untuk petenis. Wailan menyebut, atlet punya kesempatan melawan para pemain dunia.

Sebagai persiapan, Pelti mengirim beberapa atlet ke luar negeri. “Ada yang mengikuti turnamen di Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk adaptasi dengan persaingan di Eropa,” kata Wailan.

Mengenai ISG, Wailan mewaspadai beberapa negara Timur-Tengah. “Ada beberapa negara peserta ISG yang cukup kuat, yakni Iran, Maroko, dan Mesir,” terang Wailan yang merupakan atlet tenis.

Selaku tuan rumah, Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) mengerahkan delapan petenis di ISG. Sekretaris Pengurus Provinsi Pelti Sumatera Selatan Asnawi HD menyatakan optimisme pihaknya.

“Indonesia menurunkan delapan atlet yang berpengalaman di ajang internasional, seperti Albert Sie, David Agung, Christopher Rungkat, sehingga berpeluang mendapatkan medali,” kata Asnawi HD.

Asnawi menilai, Christopher berpeluang karena menjuarai nomor tunggal putra Future 3 Thailand 2013. Dia juga berbekal pengalaman meraih medali emas tunggal putra SEA Games 2011.

“Indonesia memiliki harapan untuk meraih medali meskipun ISG lebih bersifat internasional daripada SEA Games yang hanya melibatkan 11 negara,” lanjut Asnawi selaku tuan rumah di Palembang.

Bertugas sebagai penjamu, Asnawi yakin Palembang akan sukses memuaskan tamu mancanegara. “Kami telah menyiapkan 10 lapangan dalam keadaan prima dan sesuai standar internasional.”

“Panitia pelaksana juga siap karena kami sudah pernah menyelenggarakan ajang internasional,” tegas Asnawi menunjuk pengalaman Palembang sebagai kota pelaksanakan SEA Games 2011.