Keputusan Efriliya Herlina memilih Jatim terlihat di Gedung KONI Jatim saat pembubuhan tanda tangan yang mendapat dukungan dari Gatot (ayah) dan pelatih Ardi Rifai.
Keberadaan Lia, panggilan Efriliya Herlina, melambungkan asa Jatim untuk menghapus dahaga emas saat berlaga di PON XIX 2016 yang berlangsung di Jabar.
Selanjutnya Efriliya Herlina ke Jatim dan langsung masuk sebagai atlet pemusatan latihan daerah (puslatda) proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016.
“Efriliya resmi bergabung dengan Jatim dan menjadi atlet kita. Dia menjadi andalan di PON Jabar. Kita sudah tanda tangan kontrak," terang Dhimam Abror, Ketua Harian KONI Jatim.
Abror memastikan KONI bakal memenuhi segala kebutuhan Efriliya sebagai kompensasi dan akan membiayai semua kebutuhan Efriliya saat berlaga di sebuah turnamen.
Kepastian bergabungnya Efriliya ke Jatim membuat lega KONI dan Pelti Jatim. Jatim dan Jabar sempat terlibat perang dingin dalam memperebutkan Lia.
"Efriliya petenis nasional yang nanti ditambah dengan petenis putri lain asal Jatim. Nanti latihannya tetap di Bogor, tidak harus di Jatim,” jelas Abror.
Lia (18) sudah lama menjadi bidikan. Efriliya Herlina menjuarai tunggal putri turnamen tenis internasional ITF Junior Widjojo Soejono XXXII 2013 usai menekuk Polina Golubovskaya asal Russia.
Selain juara tunggal putri, Lia juga menjadi yang terbaik di ganda putri berpasangan dengan petenis India Parminder Kaur.
"Saya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Jawa Timur. Ini istilahnya saya pulang kampung,” janji Efriliya Herlina yang selama ini tinggal di Cibubur.