Pada babak menuju final, ia berhasil mengalahkan pemain asal inggris, Katie Boulter yang saat ini berada pada peringkat 10 Dunia ITF dengan skor 7-6, 4-1.
Di babak final, ia tidak memberikan satu set pun kepada petenis asal China, Shiliin Xu yang saat ini berada di peringkat 8 ITF.
Orangtua Tami yang dengan setia menemani Tami saat turnamen mengatakan kepada INDOSPORT, Tami tak bisa menahan tangis saat berhasil mengalahkan peringkat 8 dunia di final. "Tami menangis. Ia menang 7-5, 6-3 melawan peringkat 8 dunia," ujar orangtua Tami.
Tami berhasil membuktikan kemampuan dirinya di tengah kasus yang dialaminya dengan Sportama dan PELTI yang menuntutnya ganti rugi pembinaan sebesar Rp528 juta.
Ke depan, target petenis yang membela Indonesia di FED Cup beberapa waktu lalu tersebut adalah bermain di Grand Slam Junior Prancis Terbuka di Rolland Garros dan Wimbledon.
Pekan ini Tami berangkat ke Filipina untuk kembali melanjutkan kiprah pada turnamen Mitsubishi Lancer Grade 1.