Venus, unggulan ke-11 yang pernah menang pada turnamen lapangan tanah liat Charleston pada 2004, mengalahkan pemain dari Afrika Selatan Chanelle Scheepers 7-5, 7-5.
"Ia bermain amat bagus, tetapi hal terbaik adalah saya dapat mengatasinya. Saya harus bekerja keras dan fokus untuk memenangi laga itu," kata Venus, yang kalah di semi final tahun lalu atas adiknya Serena, dalam ajang ini.
Serena, pemain nomor satu dunia, kandas di tangan petenis Slowakia, Jana Cepelova. Pemain Amerika itu tidak berhasil mempertahankan penampilan bagusnya, seperti ketika ia meraih gelar ketujuh di Miami akhir minggu lalu.
Venus mengatakan, kekalahan itu membuat adiknya mendapat kesempatan untuk beristirahat.
Venus, juara tujuh turnamen Grand Slam dan berjuang mengatasi sakit dalam dua tahun belakangan ini, tampil amat mengesankan.
Ia memenangi gelar pertama turnamen WTA dalam 16 bulan ini, ketika tampil sebagai juara di Dubai, Februari lalu.
Venus selanjutnya akan berhadapan dengan bintang tenis dari Kanada, Eugenie Bouchard, unggulan keenam.
Petenis yang sedang naik daun dari Ukraina, Elina Svitolina, mengalahkan unggulan kelima dari Amerika Sloane Stephens 6-4, 6-4 dan maju ke putaran ketiga.
"Saya menunggu lama sekali untuk mendapatkan kemenangan ini," kata pemain berusia 19 tahun, Svitolina, peringkat dunia ke-90 dan naik ke tangga ke-35 minggu ini.
Svitolina selanjutnya akan berhadapan dengan remaja lainnya berusia 17 tahun, Belinda Bencic dari Swiss, yang menang 6-2, 6-1 atas pemain dari Selandia Baru, Marina Erakovic.
Unggulan kedua dari Serbia, Jelena Jankovic, juara pada 2007, maju ke putaran ketiga setelah mengukir kemenangan 6-0, 6-3 atas pemain dari Amerika, Lauren Davis.
Unggulan ketiga dari Italia, Sara Errani, melaju mudah, setelah menang atas Kiki Bertens dengan angka 6-3 pada set pertama, sebelum pemain Belanda itu mengundurkan diri karena cedera.
Unggulan keempat dari Jerman, Sabine Lisicki, yang meraih gelar pada 2009, harus bekerja keras untuk maju ke putaran berikutnya setelah menang 7-5, 4-6, 6-3 atas petenis dari Amerika, Vania King.