“Kami sangat kehilangan Elena Baltacha yang berjuang melawan kanker. Perjuangan Elena tak pernah mudah, namun dirinya gigih dan konsisten menunjukkan semangatnya,” ujar Stacey Allaster, Chief Wexecutive WTA, yang dilansir The Independent.
Pemain tenis berdarah Ukraina itu pertama kali mengumukan kepada khalayak ramai bahwa dirinya menderita primary sclerosing cholangitis (kanker hati) pada Maret 2014. Penyakit hati kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sepanjang karier tenis, Baltacha menjaga kondisi dengan bantuan obat-obatan dan tes darah rutin.
Baltacha memulai karier profesional di dunia tenis wanita pada 1997. Dia berhasil meraih 11 gelar juara tunggal putri, mencapai babak ketiga Wimbledon 2002, dan fase yang sama pada Australian Open 2005 dan 2010.
Pada 2010, Baltacha meraih prestasi tertinggi sepanjang karier, sebagai petenis nomor satu Inggris selama 132 minggu antara 2009 dan 2012.
Namun, penyakit yang dia derita serta masalah pada pergelangan kaki, memaksa Baltacha gantung raket pada November 2013. Sebulan kemudian, dia menikah dengan pacar sekaligus pelatih tenisnya, Severino. Pada Januari 2014, Baltacha didiagnosis menderita kanker hati.
Sebelum akhir hayatnya, teman masa kecil Juara Wimbledon 2013, Andy Murray, itu sempat mendirikan Elena Baltacha Academy of Tennis pada 2010, untuk membantu anak-anak dari semua latar belakang untuk belajar bermain tenis.
Baltacha juga sempat mengumumkan acara pengumpulan dana pada Juni 2014 mendatang. Acara bertajuk “Rally for Bally” tersebut melibatkan nama-nama legenda tenis seperti Martina Navratilova dan Tim Henman. Uang yang terkumpul rencananya akan disumbangkan untuk Elena Baltacha Academy of Tennnis dan Royal Master Cancer Charity.