Williams Bekuk Petkovic di Semifinal Stanford

Minggu, 3 Agustus 2014 12:31 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Dalam tiga final sebelumnya, Serena Williams selalu menjadi pemenang, yakni dalam turnamen tenis di Brisbane, Miami, dan Roma.

Turnamen di Stanford itu adalah turnamen partisipasi pertama Serena Williams, setelah dibelit serangan virus yang membuat dia absen ketika berlaga ganda putri dengan sang kakak, Venus, pada Wimbledon 2014 lalu.

"Saya merasa sehat, baik-baik saja, dan lebih dari itu semua, saya merasa positif," tegas Serena seperti dikutip AP. Petenis AS itu adalah unggulan utama turnamen di Stanford. "Saya memulai pertandingan dengan memukul dengan baik, menemukan ritme permainan, dan semua itu berbarengan datang kepada saya."

Williams menghimpun enam ace dan satu double fault ketika dia tampil konsisten pada pertandingan semifinal itu. Serena sukses meraih semua poin saat memegang servis dan hanya bekerja keras pada satu break point.

"Saya masih dapat bermain lebih baik. Penting untuk menang dalam laga ini dan kembali ke performa baik," ucap Serena Williams.

Pada usia ke-32 tahun, Serena menjadi petenis tertua yang mampu bertahan sebagai petenis wanita nomor satu dunia. Tahun lalu adalah musim terbaik Serena, di mana pada saat itu dia mengumpulkan 11 trofi juara dan itu adalah yang terbanyak semusim sepanjang karier profesionalnya.

"Saya berpikir untuk menghargai apa yang saya capai. Saya merasa belum melakukan itu semua dengan baik," ulas Serena Williams. "Saya telah melakukan apa yang perlu saya lakukan, jadi mengapa tak mulai menikmati semua itu dari sekarang? Mengapa tak bersenang-senang menikmatinya? Saya belum cukup menikmati semua itu."

Pada laga final, Minggu waktu AS, Serena telah ditunggu pemenang antara Angelique Kerber atau Varvara Lepchenko.