Djokovic Tersingkir di Cincinnati

Jumat, 15 Agustus 2014 07:51 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Robredo diunggulkan pada posisi ke-16 dan kemenangan atas Nole --sapaan Djokovic-- adalah yang kedua sepanjang karier dia mengalahkan petenis nomor satu dinia. Yang pertama adalah ketika dia mengalahkan Lleyton Hewitt saat berlaga di Prancis Terbuka 2003.

"Saat saya menyelesaikan karier dan ketika saya duduk di rumah dan berbincang dengan teman-teman, saya akan mengingat saat-saat seperti ini," sebut Robredo seusai pertandingan di laman AP.

Djokovic memang tak didukung sisi historis. Petenis Serbia itu tak pernah memenangi trofi kejuaraan tenis di area Cincinnati sepanjang karier profesional. 

Pada laga itu, Djokovic sempat bangkit dari ketertinggalan 3-6 dan memaksakan tie-break. Namun, Djokovic akhirnya menyerah 6-8 saat tie-break dan kalah 6-7 pada set pertama. Robredo menyelesaikan babak itu dengan servis ace dan tipis menyentuh sisi dalam garis pertahanan Djokovic.

"Sungguh mengecewakan saya menyelesaikan (ATP Master di) Cincinnati lagi-lagi dengan kekalahan yang ketat, tapi itulah olahraga," ucap Djokovic. Pada turnamen sebelumnya, Rogers Cup 2014, di Toronto, Djokovic tersingkir dari babak ketiga pada pekan lalu.

"Saya tak bermain dengan baik sewaktu di Toronto, juga tak tampil bagus di sini. Harapannya, semua akan berjalan berbeda di New York (saat grand slam Amerika Terbuka 2014)," tukas Nole lagi.

Kemenangan bagi Robredo itu adalah yang pertama, setelah kalah enam kali beruntun dari Djokovic. Pada set kedua, petenis Spanyol itu juga harus memeras keringat untuk merebut kemenangan 7-5 atas Djokovic.

"Saya tahu kalau saya ingin menang, saya harus berjuang keras dan coba berharap dia tak bermain dalam kondisi puncak," ujar Robredo. "Kedua hal itu terjadi dan saya akhirnya menang."

Dalam pertandingan lain, petenis Skotlandia, Andy Murray, merebut dua match point sebelum mengakhiri perlawanan wakil AS, John Isner, 6-7 (3), 6-4, 7-6 (2).

Saat mengakhiri pertandingan dengan gemilang, Murray mendapatkan aplaus berdiri tak hanya dari arena di mana dia bertanding, tapi juga dari sebagian publik Center Court terutama yang berada di bagian atas.

"Saya telah mengalami beberapa kekalahan yang ketat --kurang lebih seperti pertandigan tadi-- dalam beberapa bulan terakhir, jadi adalah penting buat saya meraih kemenangan itu," tutur Murray yang pernah meraih dua trofi W & S. "Anda tahu, pertandingan itu sudah berjalan ketat dari awal hingga akhir. Jadi, atmosfer seperti itu bagus untuk bersiap bukan hanya hingga akhir turnamen, tapi juga untuk US Open. itu sangat bagus."

Isner memang tak beruntung. Kalau tahun lalu dia harus kalah dari Rafael Nadal di babak final W & S, kini dia harus keok dari Murray pada babak 16 besar. Ironisnya, Isner sempat memimpin 6-5 atas Murray pada set ketiga dan mendapatkan dua match point, namun semuanya musnah setelah Murray mengakhiri laga dengan gemilang dan meraih tiket ke perdelapanfinal.

2