Amerika Terbuka 2014

Saatnya Petenis Lapis Dua Naik Kelas

Selasa, 9 September 2014 05:52 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Di semifinal, Nishikori  membuat sensasi besar dengan menaklukan petenis nomor wahid Novak Djokovic, dengan empat set. Sementara Cilic menundukkan legenda Swiss yang sedang memudar Roger Federer, pemegang 17 gelar Grand Slam.

Marin Cilic mengaku terinspirasi oleh petenis Swiss Stanislass Wawrinka. "Wawrinka membuka pintu bagi kami (petenis) yang berada di lapis dua," kata ia.

Cilic merujuk pada keberhasilan Stan Wawrinka menjuarai Australian Terbuka awal tahun ini, dengan mengalahkan Rafael Nadal.

“Sejak itu, para petenis lapis dua itu, kata Cilic,  punya kepercayaan diri lebih besar, bahwa mereka bisa berhasil di Grand Slam. Jadi tahun 2014 ini merupakan semacam tahun perubahan,” tegas ia.

 Yang menarik, kedua finalis sama-sama dilatih oleh para pelatih handal yang berlatar belakang bekas pemain top juara Grand Slam.

Nishikori dilatih Michael Chang, petenis berdarah Asia pertama yang menjuarai Grand Slam. Sedangkan Cilic dilatih bekas juara Wimbledon yang kebetulan sesama Kroasia, Goran Ivanisevic.

Setelah dilatih Chang mental saya berubah dan saya lebih agresif,” kata Nishikori.