Kepastian itu terungkap setelah Prancis selaku tuan rumah memilih menggunakan Stade Pierre Mauroy untuk final. Sebagai tuan rumah, Prancis memang memiliki hak untuk menentukan jenis lapangan yang akan dipakai menjamu Swiss.
Prancis akan berusaha untuk merebut gelar juara kesepuluh di even tahunan itu. Apalagi, Jo Wilfried Tsonga dkk sudah sangat lama puasa gelar. Kali terakhir Prancis juara Davis Cup ialah pada edisi 2001 silam.
Di sisi lain, Swiss juga tengah berada dalam konfidensi tinggi setelah berhasil melaju ke final. Pasalnya, ini merupakan final pertama Swiss dalam 22 tahun terakhir.
“Ini merupakan laga klasik dalam karir saya melawan Prancis. Saya tak khawatir harus tandang. Kami selalu kalah di kandang, namun menang di laga tandang. Jadi, saya senang menjalani final di Prancis,” tegas Federer di laman resmi Davis Cup.