Penetapan Palembang sebagai tuan rumah disampaikan oleh Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (PELTI) usai audiensi dengan KONI Provinsi Sumatera Selatan di ruang rapat umum sekertariat KONI Sumatera Selatan, Rabu.
Menurut Wasekjen PP PELTI, Goenawan Tedjo, Palembang dipiliah lantaran memiliki kawasan olahraga bertaraf internasional seperti stadion Tenis Bukit Asam di Jakabaring Sport City.
"Makanya dipilih Palembang dan nanti akan digelar satu pertandingan antara tuan rumah Indonesia lawan Iran," ungkap Tedjo.
Meski secara keseluruhan fasilitas yang ada telah memenuhi persyaratan, lanjut Tedjo, pihaknya akan memperhatikan secara teliti ketentuan pihak federasi tenis internasional.
"Ada beberapa kejadian seperti saat dilaksanakan di Solo kita sampai kena denda 2000 USD. Padahal hanya kesalahan kecil dan kita tak ini kembali terulang," beberanya.
Sejumlah persyaratan yang ditekankan di antara ruangan pemain yang harus dilengkapi AC, shower dan water heat serta dua meja dan lima kursi.
Terkait peluang tim Piala Davis Indonesia, Staf Sekertarian PP PELTI, Satria Data Pambudi menyatakan langkah Indonesia masih panjang.
"Posisi Indonesia masih jauh untuk menembus babak utama. Saat ini kalau di sepakbola Indonesia posisi kita seperti main di divisi satu. Setelah menang atas Iran masih akan berjumpa pemenang antara Kuwait dan Pakistan. Selanjutnya baru masuk promosi Asia. Dua level lagi baru masuk Piala Davis dunia," tukas dia.