Sebelum Piala Sudirman 2015 digelar, Indonesia yang merupakan pendiri dari kompetisi ini telah mengusungkan target untuk menjadi juara. Pasukan Merah Putih tidak hanya menargetkan untuk menjadi yang terdepan, tentunya mereka juga ingin mematahkan dominasi China yang selalu menjadi kampiun dalam kompetisi ini sejak 2005 yang lalu.
Tidak hanya itu, Indonesia juga menaruh harap terhadap para pemain mudanya dengan tujuan sebagai pembibitan pemain masa depan tanah air di masa yang akan datang. Nama-nama seperti, Jonathan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik, Kevin Sanjaya Sukamoljo, dan Hanna Ramadini diberikan jam terbang lebih banyak sebagai modal mereka di kompetisi level internasional.
Namun siapa yang sangka, harapan tinggal harapan dan China, sang juara bertahan, kembali sukses mengangkat trofi untuk kesepuluh kalinya. Hebatnya, mereka tidak tergoyahkan dan ini merupakan gelar keenamnya secara beruntun dalam sepuluh tahun terakhir.
Apa yang menjadi penyebab prestasi mereka terus meningkat sementara negara kita justru merosot? Padahal, kualitas pemain bulutangkis Indonesia tidaklah buruk. Berdasarkan dari berbagai sumber yang ada, berikut ini INDOSPORT akan merangkum 3 alasan, mengapa negara China mampu mendominasi pada kompetisi ini.