3 Alasan Lee Chong Wei Pebulutangkis 'Tersial'

Minggu, 13 September 2015 15:34 WIB
Penulis: Herry Ibrahim | Editor: Yohanes Ishak
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
 Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Datang di Saat yang Tidak Tepat

Lee Chong Wei muncul pertama kali melakoni debutnya sebagai pebulutangkis profesional pada tahun 2000 silam. Dimana saat itu, masih terdapat nama-nama beken seperti, Hendrawan, Ji Xinpeng, hingga si anak ajaib Taufik Hidayat.Tak mudah bagi Chong Wei masuk di dalam lingkaran nama-nama beken tersebut. 3 tahun setelah masuk dalam karir profesionalnya, Dia baru dapat menjadi juara di Malaysia Open dengan mengalahkan Lin Dan. 

Setelah itu, sejak tahun 2004 hingga tahun 2006, Chong Wei belum bisa melambungkan namanya karena masih berada di bawah bayang-bayang nama besar dari Taufik Hidayat. Selama 2 tahun itu, dirinya selalu terhenti apabila bertemu pebulutangkis andalan Indonesia tersebut.

Masa keemasan Taufik mulai meredup di awal tahun 2008, saat itu juga Chong Wei mulai menunjukan tajinya, ia menjelma sebagai kekuatan baru di tunggal putra dunia. Namun sayang, disaat yang bersamaan, tunggal putra asal Tiongkok, Lin Dan juga muncul sebagai kekuatan yang tak kalah hebat dengannya.

Chong Wei selalu kesulitan jika bertemu dengan Lin Dan. Puncaknya Chong Wei selalu takluk dari Lin Dan dalam final Olimpiade (2008 dan 2012) dan final Asian Games (2010 dan 2014). Olimpiade 2016 mendatang di Rio de Janeiro, Brasil disebut Chong Wei sebagai Olimpiade terakhirnya. Ia pun bertekat untuk menjuarai ajang bergengsi tersebut sebelum memutuskan pensiun.

Namun nahas, selain usianya yang akan menyentuh 33 Tahun, Chong Wei diyakini akan melewati pertandingan yang tidak mudah. Terutama saat menghadapi tunggal-tunggal yang sedang bersinar, seperti Jan O Jorgensen (Denmark), Kento Momota (Jepang), Chen Long (Tiongkok), maupun Lin Dan yang berhasrat mencetak gelar hattrick.  

8