Pihak BBC Sport yang mengungkapkan hal tersebut mengaku menemukan bukti-bukti yang menunjukkan adanya pengaturan skor pada pertandingan tenis level atas, termasuk Wimbledon.
Lebih lanjut, mereka juga mengatakan terdapat 16 pemain yang masuk peringkat 50 petenis dunia termasuk dalam pemain-pemain yang diduga melakukan pengaturan skor.
BBC Sport sendiri telah mengklaim bahwa mereka sudah melaporkan dugaan mereka tersebut kepada pihak Tenis Integrity Unit (TIU) sejak 2007. Namun, laporan mereka tersebut ternyata tidak ditindaklanjuti lebih dalam.
Dugaan adanya pengaturan pertandingan tenis tersebut semakin kuat dengan ditemukannya sindikat perjudian di Rusia dan Italia. Sindikat tersebut dilaporkan mendapatkan banyak keuntungan besar dari hasil pertandingan yang dipercaya sudah terjadi pengaturan, termasuk diantarnya adalah turnamen Wimbledon.
Meskipun mencurigai pemain-pemain tersebut, pihak BBC Sport sendiri masih merahasiakan nama-nama pemain yang terlibat dari publik.
Jika terbukti melakukan pengaturan pertandingan, pemain-pemain tersebut hampir dapat dipastikan akan mendapatkan larangan bertanding seumur hidup. Hal itu sama dengan yang dirasakan petenis Austria, Daniel Kollerer yang dilarang mengikuti pertandingan tenis seumur hidup setelah terbukti terlibat dalam pengaturan skor pada 2011 silam.