Petenis asal Serbia itu sebelumnya mengaku pernah ditawari sejumlah uang dengan konsekwensi dirinya harus mengalah pada pertandingan Prancis Masters musim 2007 lalu.
Pernyataannya tersebut lantas disimpulkan oleh media Italia, Tuttosport bahwa petenis papan atas dunia itu telah terlibat pengaturan skor pertandingan saat dirinya kalah dari petenis tuan rumah Fabrice Santoro.

"Itu tidak benar. Apa yang perlu dikatakan? Saya kalah dalam pertandingan tersebut," bantah Djokovic seperti dilansir Mirror.
"Semua orang bisa membuat cerita tentang pertandingan itu atau mereka yang memerhatikan seorang petenis papan atas tersingkir lebih awal, saya pikir itu hanya sebuah spekulasi," tambahnya.
Isu adanya pengaturan skor tenis sendiri mencuat jelang ajang kompetisi grand slam Australia Terbuka 2016.
Berdasarkan laporan media Inggris menyebutkan bahwa sejumlah turnamen utama tenis tahunan seperti Wimbledon dan Prancis Terbuka telah diatur oleh para penjudi.
Bahkan Buzzfeed News dan BBC melaporkan ada 16 petenis dunia yang diduga telah terlibat pengaturan skor dalam ajang Australia Terbuka 2016.

Novak Djokovic berhasil melaju ke babak 3 Australian Open setelah mengalahkan Quentin Halys lewat pertarungan 2 set dengan skor 6-1, 6-2 pada Rabu (20/01) kemarin.